Suara Sumatera - Nama Habib Bahar Bin Smith selalu mencuri perhatian baik oleh para pecinta maupun pembencinya.
Habib Bahar termasuk pendakwah yang kritis terhadap pemerintahan. Maka tak heran jika ia sering terlibat silang pendapat.
Sebagai seorang pendakwah, Habib Bahar bin Smith sering keliling Indonesia mengisi pengajian-pengajian.
Bagi yang ingin mengundang Habib Bahar ceramah, jangan sekali-sekali menanyakan tarif kepada yang bersangkutan.
Ini karena Habib Bahar tak suka jika ceramah disandingkan dengan tarif atau biaya. Ada seseorang menanyakan berapa tarif ceramahnya jika diundang untuk mengisi acara.
"Bib, kalau diundang ceramah tarifnya berapa?" ucap Habib Bahar Bin Smith, mengulang pertanyaan yang pernah diajukan kepadanya.
Dengan tegas Habib Bahar Bin Smith pun menceritakan kisahnya kepada seseorang yang pernah ia tempeleng karena menanyakan hal sama.
"Dulu pernah ada orang mengundang saya dan bertanya seperti itu, saya tempeleng," ungkapnya dengan lugas.
Tidak hanya itu, Habib Bahar Bin Smith menjelaskan pandangannya bahwa ceramah bukanlah ladang mendapatkan duit. Baginya, ceramah adalah sebuah kewajiban.
Baca Juga: Satgas TNUK Temukan Tulang Belulang Badak Jawa Korban Perburuan, Polisi Kejar Pelaku
"Bagi saya, ceramah adalah kewajiban, bukan pekerjaan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Tersinggung, Habib Bahar Smith Emosi Ditanya Tarif Ceramahnya: Ana Tempeleng
-
Habib Bahar Bin Smith Gampar Orang yang Tanya Tarif Ceramahnya
-
Pengundang Tanya Berapa Tarifnya, Langsung Ditempeleng Habib Bahar Bin Smith
-
Heru Budi Setujui Tarif Transjakarta Bandara Soetta Rp 5 Ribu, DPRD DKI Sesalkan Tak Ada Koordinasi
-
Rektor ITB Ahmad Dahlan: Downtrading akan Terus Menggerus Penerimaan Negara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026