/
Senin, 21 Agustus 2023 | 17:25 WIB
Ilustrasi Baim Wong dan Paula Verhoeven. ([Suara.com/Oke Atmaja])

Suara Sumatera - Baim mengaku bisa berhubungan seks 7 kali seminggu dengan istrinya, Paula Verhoeven. Baim menyebut hubungan badan sangat penting dalam pernikahan.

Menurut Baim Wong, hubungan seks adalah kebutuhan yang tak dapat diabaikan oleh setiap pasangan yang telah menikah. Hal itu diungkapkan Baim Wong saat menjadi bintang tamu di acara YouTube Nikita Mirzani dan Dicky Difie.

"Seberapa penting seks buat Baim," tanya Nikita Mirzani pada Baim Wong dilansir dari Youtube Nexera Entertainment, beberapa waktu lalu.

Baim Wong mengatan bahwa seks memang memiliki kepentingan yang cukup besar dalam hubungan pernikahan. Sebab, pada dasarnya, seks itu adalah kebutuhan.

Nikita Mirzani kemudian meneruskan dengan pertanyaan tentang seberapa sering Baim Wong dan Paula Verhoeven berhubungan seks.

"Berapa minggu sekali berhubungan seks? Kalau Dicky sebulan 2-3 kali. Kalau kata Baim penting banget, berarti seminggu berapa kali," ujar Nikita Mirzani.

Baim Wong sempat terkejut dengan pertanyaan Nikita Mirzani yang semakin dalam mengenai hubungan seks.

Namun, suami Paula Verhoeven itu tetap menjelaskan bahwa dirinya pernah berhubungan seks sebanyak 7 kali seminggu.

"Ya bener sih 2-3 kali bisa. Pas lagi mau ya bisa seminggu 7 kali juga pernah," ujar Baim Wong.

Baca Juga: Rumpi, Baim Wong dan Nikita Mirzani Bahas Rumah Tangga Arya Saloka

Lantas, hubungan seks 7 kali semingg itu termasuk normal atau hiperseks?

Penelitian telah menunjukkan bahwa pasangan yang berhubungan seks setidaknya sekali seminggu lebih bahagia daripada rekan mereka yang tidak tidur. Tetap saja, angka itu tidak berlaku untuk semua orang.

Lalu berapa banyak seks yang harus dimiliki pasangan? Para ahli menyebut hubungan intim sekali seminggu adalah standar umum.

Statistik itu sedikit bergantung pada usia. Dimana, mereka yang berusia 40 dan 50 tahun cenderung berada di sekitar garis dasar itu, sementara usia 20 hingga 30 tahun cenderung rata-rata sekitar dua kali seminggu.

Namun, Dr. Peter Kanaris, seorang psikolog klinis dan terapis seks yang berbasis di Smithtown, New York, memperingatkan bahwa pasangan tidak boleh mengandalkan rata-rata sebagai metrik untuk kehidupan seks mereka sendiri.

Dia melihat pasangan di setiap bagian dari spektrum seks, dari mereka yang jarang berhubungan seks hingga pasangan yang berhubungan seks 12 sampai 14 kali seminggu.

"Apa yang sebenarnya lebih penting daripada pasangan yang terjebak dalam beberapa norma statistik untuk mencocokkan diri mereka dengan itu adalah melihat ini dari perspektif kepuasan seksual," katanya kepada USA TODAY. "Jika pasangan puas secara seksual, maka itulah tujuannya."

Sementara itu, hiperseksualitas juga dikenal sebagai gangguan perilaku seksual kompulsif, atau yang lebih umum, kecanduan seks. Ketika seseorang memiliki fiksasi obsesif pada seks, tindakan seksual, dan fantasi seksual, mereka mungkin hiperseksual atau hiperseks

Fiksasi ini biasanya sangat parah sehingga dapat mengganggu fungsi sehari-hari seseorang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hingga 3% hingga 6% orang hidup dengan beberapa bentuk gangguan kecanduan seksual atau gangguan terkait dan kondisi ini sebagian besar memengaruhi pria.1

Orang dengan hiperseksualitas mungkin menunjukkan sejumlah perilaku seksual yang bermasalah seperti mengonsumsi konten pornografi secara berlebihan, masturbasi berlebihan, atau melakukan aktivitas seksual dengan banyak pasangan. Kurangnya pengakuan hiperseksualitas sebagai gangguan mental telah mengakibatkan banyak orang hidup dengan kondisi tersebut tanpa diagnosis resmi.

Load More