Suara Sumatera - Calon Presiden (capres) yang diusung partai Nasdem, Anies Baswedan mengungkapkan perasaannya berpasangan dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam mengarungi agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Dalam pidato politiknya, Capres Anies Baswedan mengungkapkan bagaimana ia mengenal Cak Imin sebagai sosok yang sudah sejak lama. Keduanya berkuliah di Universitas Negeri di Yogyakarta, hanya saja keduanya berbeda Fakultas.
Dia mengenang bagaimana sepak terjang Cak Imin dalam berpolitik yang dimulai sejak dari mahasiswa. Disebutkan jika Cak Imin memang dikenal sebagai aktivitas kampus, sehingga ia layak disebut bukan orang baru dalam perpolitikan Indonesia.
"Memimpin partai sejak 2015, bukan pengalaman yang instans," ujar Anies Baswedan.
Anies kembali mengenang bagaimana Cak Imin mengarungi dunia politik dengan partai besutannya, PKB. Dia pun mengungkapkan jika sudah sejak lama ingin bertemu.
"Namun baru sekarang terpenuhi dan memang ini jalannya," sambung Anies Baswedan.
Mantan menteri di Era Jokowi ini mengungkapkan pengalaman yang sama dengan Cak Imin ketika dipanggil Ketua Umum Surya Paloh.
Dia menyebutkan jika Ketum Surya Paloh pun meminta jawaban seketika ketika ditanya mengenai kemungkinan berpasangan dengan Cak Imin.
Anies pun kembali mengenang bagaimana ia pun ditawarkan Surya Paloh meenjadi Caapres yang diusung oleh Partai Nasdem. "Jika bukan sekarang, tidak ada lagi (kesempatan)," aku Anies Baswedan meniru kalimat Surya Paloh.
Baca Juga: Cak Imin Resmi Dipinang Anies Sebagai Cawapres, Gus Yahya: Bukan Calon Atas Nama NU
Kemudian kesepakatan ini pun diakui Anies harus dijalani dan mencapai kemenangannya kelak di tahun 2024. Anies pun menghormati pilihan politik terhadap partai yang keluar dari koalisi yang mengusung namanya menjadi sosok Capres.
Partai Demokrat yang mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan tidak lagi mau berkoalisi dengan Partai Nasdem setelah adanya deklarasi Anies Baswedan-Cak Imin.
Deklarasi Anies dan Cak Imin diselenggarakan di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Surabaya pada Sabtu (2/9/2023) pukul 14.00 WIB.
Berita Terkait
-
Cak Imin Ungkap Detik-Detik Didesak Surya Paloh Jawab Ajakan Cawapres Anies Baswedan
-
Cak Imin Resmi Dipinang Anies Sebagai Cawapres, Gus Yahya: Bukan Calon Atas Nama NU
-
Anies-Cak Imin Resmi Jadi Capres-Cawapres, PBNU: Selamat, Gak Jomblo Lagi
-
Sangat Singkat, Muhaimin Iskandar Mengaku Proses Jadi Cawapres Anies Hanya 3 Hari
-
Pidato Politik Surya Paloh di Deklarasi Anies-Muhaimin: Selamat Tinggal Politik Cebong dan Kampret
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
5 Tips Meletakkan Sepatu di Rumah Menurut Feng Shui agar Rezeki Tidak Seret
-
3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU