Suara Sumatera - Jansen Sitindaon mengomentari penjelasan Anies Baswedan soal perpisahan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) di acara Mata Najwa.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat ini menilai penjelasan Anies hanya mencari pembenaran saja. Apalagi dalam sesi wawancara bersama Najwa Shihab, Partai Demokrat seperti dipojokan.
"Gimana gak mau dibahas lagi? Mas Anies di Najwa dengan kepintarannya bicara mencuci dirinya seakan dia yang paling benar semua. Ya kita bela dirilah," kata Jansen dalam cuitan di akun twitternya, Selasa (5/9/2023).
Dirinya mengatakan Anies tidak sepenuhnya benar. Apalagi pasca berpisah, menurut Jansen, mantan Gubernur DKI itu tidak ada menyampaikan permohonan maaf.
"Kriteria Cawapres yang dia buat sendiri dimana orang se Indonesia ini sudah tahu dia ingkari. Omongan mamanya. Guru spiritualnya," katanya.
"Surat yang ditulisnya dan banyak lagi omongannya ke kami. Sedikitpun dia tidak ada minta maaf kan? Versi yg merugikan dirinya mana ada dia omongkan," sambungnya.
Jansen menampik kalau perpisahan dengan Anies, sepenuhnya merupakan salah Demokrat.
"Memang dari huru hara yang terjadi ini, 100 persen Anies yang benar semua? Sepenuhnya dia maha suci tak ada salah, semua kotornya di kami? Ya jelas enggaklah," ungkapnya.
Bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan mengatakan, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh tidak menolak AHY sebagai bakal cawapres.
Baca Juga: Harry Kane akan Menghantui Manchester United di Fase Grup Liga Champions
Keterangan itu disampaikan Anies dalam acara Mata Najwa yang disiarkan pada Senin (4/9/2023) malam. Awalnya Anies mengatakan ada perbedaan pandangan dalam pertemuan Tim 8 Koalisi Perubahan pada pekan terakhir bulan Agustus lalu.
"Bahwa pada mulai weekend, 27, 28, 29, Minggu, Senin, Selasa, itu percakapan intensif di Tim 8. Dan pada tanggal 28 sudah ketemu situasi perbedaan pandangan yang tidak bisa dipertemukan," kata Anies.
Berita Terkait
-
Ogah Bentuk Poros Baru usai Dikhianati Anies dan NasDem, Opsi Demokrat 50:50: Dukung Ganjar atau Prabowo
-
Demokrat: Ibu Megawati Tidak Pernah Jahat dengan Kami, Tidak Pernah Jahat dengan SBY
-
Usai Dikhianati NasDem, Ganjar Pranowo Bocorkan Partai Demokrat Lakukan PDKT dengan PDIP
-
PDIP Bicara Peluang Gandeng Demokrat, Siap Utus Puan 'Goda' AHY
-
Cerita Gebrak Meja di Tim 8 Gegara Bacawapres, Deadlock Demokrat Hingga PKS yang Tak Suka Cara NasDem Putuskan Sepihak
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas