/
Jum'at, 15 September 2023 | 15:26 WIB
Shin Tae-yong. (dok. PSSI)

Suara Sumatera - Shin Tae-yong (STY) memang belum mempersembahkan gelar juara untuk Timnas Indonesia selama melatih. Namun, catatan apik yang ditorehkannya untuk kemajuan sepak bola Tanah Air tak terbantahkan.

Juru taktik asal Korea Selatan (Korsel) itu mengantarkan Timnas Indonesia U-23 untuk tampil pertama kalinya di Piala Asia U-23 2023. Prestasi STY mampu menaikkan rangking FIFA Timnas Indonesia.

Tercatat pada September 2021, rangking Timnas berada di posisi ke-175. Kemudian, naik ke posisi 165 pada Oktober 2021. Agustus 2022, STY bawa Timnas Indonesia duduki rangking 155. 

Juli 2023, Timnas Indonesia berada di posisi ke-150 dan September 2023 berada di tempat ke-147. Artinya dalam waktu 2 tahun, STY mampu membawa Timnas Indonesia naik 28 peringkat. 

Fakta lainnya, Shin Tae-yong jadi pelatih pertama di sejarah Timnas Indonesia yang mampu membawa tiga tim lolos putaran final Piala Asia, tim U-20, tim U-23 dan tim senior. 

Salah satu yang jadi catatan menarik dari STY dan jadi sorotan banyak pihak ialah keberaniaanya memotong generasi untuk Timnas Indonesia. Hal ini dinilai langkah tepat untuk membangun pondasi Timnas di masa depan. 

Kesuksesan dari STY bersama Timnas Indonesia ini pun jadi sorotan media lokal Korsel. Apalagi saat ini, kondisi Timnas Korsel sedang terpuruk. Sejak ditaktiki pelatih asal Jerman, Jurgen Klinsmann, Korsel baru meraih 1 kemenangan dari 6 laga terakhir. 

Korsel sukses meraih kemenangan 1-0 atas Arab Saudi pada laga uji coba, Rabu (13/9/2023) dinihari. Ini jadi kemenangan pertama Jurgen Klinsmann dari 6 pertandingan terakhir. 

Gol semata wayang Korsel dicetak oleh Cho Gyu-seong pada menit ke-32 lewat sundulan. Korsel pun meraih kemenangan perdana di St James Park, Newcastle, Inggris. 

Baca Juga: Indra Sjafri Ungkap Daftar Pemain Timnas yang Berlaga di Asian Games 2022

Sejak menjabat sebagai pelatih kepala Korsel, Klinsmann tidak mampu meraih kemenangan di lima pertandingan terakhir, hanya 3 kali imbang serta alami dua kekalahan. 

Catatan buruk ini membuat Klinsmann dirumorkan akan dipecat. Bukan tidak mungkin PSSI-nya Korsel melirik kembali Shin Tae-yong untuk pulang kampung dan melatih Son Heung-min dkk. 

Publik pun berharap Erick Thohir sebagai ketum PSSI segara bergerak cepat untuk memperpanjang kontrak Shin Tae-yong. 

Publik sepak bola Korsel pun gerah dengan Klinsmann, selain karena catatan buruk, pelatih Jerman itu juga terlelu jemawa. Terbaru, ia melontarkan kalimat kontroversial. 

Klinsmann kepada Chosun mengaku ogah tinggal di Korsel karena dinilainya tidak efesien. Eks Pelatih Amerika Serikat itu menyebut dirinya lebih baik tinggal di Eropa. 

“Tinggal di Korea saja tidak efisien. Jika tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan di Seoul, lebih baik bertemu orang-orang di Eropa. Ini cara untuk mengembangkan sepak bola Korea. Jika Anda tidak menyukainya, cari saja manajer lain. Saya tidak peduli,” ucapnya.

Load More