Suara Sumatera - Shin Tae-yong baru saja membawa Timnas Indonesia U-23 melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2024. Kemampuan juru taktik asal Korea Selatan itu pun dipuji pecinta sepak bola Tanah Air.
Di tengah kabar bahagia Timnas Indonesia pertama melaju ke Piala Asia U-23 2024, muncul pula informasi bahwa Timnas Korea Selatan kembali incar Shin Tae-yong untuk melatih di kampung halamannya.
Isu tersebut membuat publik Indonesia ribut. Mereka ramai-ramai meminta Ketum PSSI, Erick Thohir, untuk segera mengambil langkah cepat demi mengamankan Shin Tae-yong tetap melatih Timnas Indonesia.
Para pecinta sepak bola Indonesia sontak mengapresiasi prestasi dan kualitas Shin Tae-yong. Ia dinilai telah membawa banyak perubahan bagi sepak bola Indonesia.
Netizen menggeruduk akun Instagram Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Banyak dari mereka yang meminta kontrak Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia segera diperpanjang.
"Udah gak usah nunggu lagi perpanjang kontrak STY keburu dilirik timnas lain," tulis akun @harmalendra mengomentari unggahan Instagram Erick Thohir, dikutip dari moots.suara.com, Kamis (14/9/2023).
Netizen lain menyebut suporter Korea Selatan mendesak pelatih mereka turun dan mereka merindukan kepelatihan Shin Tae-yong.
"PERPANJANG KONTRAK STY PAK, KARNA PARA SUPORTER KORSEL SEDANG MEMINTA JURGEN KLISMEN TURUN DARI PELATIH KORSEL, DAN MEREKA PARA SUPORTER KORSEL MERINDUKAN STY, JD PERPANJANG KONTRAK STY PAK AMANKAN STY SEBELUM KORSEL MEMANGGIL STY," timpal akun @yogaparmalat.
Erick Thohir selaku Ketua PSSI juga diminta untuk memberi bonus dan liburan khusus kepada tim pelatih usai Timnas Indonesia U-23 lolos ke Piala Asia 2024.
Baca Juga: Reaksi Asnawi Dirayu Masuk Timnas Malaysia, Ternyata Pilih Ke Jepang Karena Fuji?
"Jgn lupa bonusnya pak dan kasih libur para coach terutama yg dr Korea utk pulang sejenak bertemu keluarga bln dpn sdh padat jadwalnya," timpal akun @hdri_03.
"Perpanjangan kontrak sty pak sebelum netizen Korea minta coach sty balik kampung buat latih Timnas korea," tandas akun @imamudarifqi.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Yakin Bisa Bersaing di Piala Asia U-23: Jika Pemain Dipanggil Semua
-
Pilih Hokky Caraka, Shin Tae-yong Cadangkan Ramadhan Sananta di Laga Timnas Indonesia U-23 vs Turkmenistan
-
Karakter Shin Tae-yong di Game FIFA Mobile Curi Perhatian, Berbahasa Indonesia Fasih
-
Shin Tae-yong Pamer Bisa Bahasa Jawa di Kampung Jokowi: Muleh-muleh!
-
Resep Jitu Shin Tae-yong Incar Pemain Berkelas Keturunan Indonesia Untuk Timnas
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?