/
Rabu, 20 September 2023 | 15:50 WIB
Warga membawa pelajar menggunakan sepeda motor di Batam. (Ist)

Suara Sumatera - Ratusan massa yang tergabung dalam Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar aksi bela masyarakat Rempang di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/9/2023).

Koordinator aksi Verry Koestanto mengatakan aksi ini sengaja digelar untuk memberikan dukungan kepada masyarakat Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau pasca bentrok dengan aparat karena kasus lahan.

“Proyek Rempang Eco City penggusuran paksa warga Rempang Cate dan Sembulang merupakan bentuk nyata pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), lewat perampasan hak ekonomi, sosial dan budaya dari penduduk asli kampung tua Pulau Rempang,” kata Verry saat ditemui Suara.com.

Aksi kemanusiaan di Rempang merupakan pelanggaran nyata yang telah termaktub dalam pembukaan konstitusi UU 1945.

Pemerintah pusat, diminta untuk menghormati hak penduduk asli masyarakat Rempang.

“Hentikan proyek Rempang Eco City, serta dicabut dari proyek strategi nasional,” kata Verry.

Dia meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar membebaskan para warga yang kemarin sempat ditahan saat demontrasi menolak penggusuran di Rempang.

“Kami juga meminta Kapolri dan Panglima TNI untuk lebih bersikap humanis. Serta mencopot anggotanya yang terlibat kekerasan fisik terhadap warga Rempang,” tutupnya.

Poster tersebut menampilkan wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD dengan tulisan 'Aksi 209 Bela Rempang, Ganyang Cukong Bebaskan NKRI dari Oligarki. Kembalikan Hak Rakyat, Bebaskan Warga yang Ditahan'.

Baca Juga: Biodata dan Profil Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina Jadi Tersangka Korupsi LNG

Tim bantuan hukum FPI, Aziz Yanuar membenarkan adanya rencana aksi ini. 

Aziz Yanuar mengklaim ada sekitar 1.000 pendemo yang ditargetkan hadir dalam aksi Bela Rempang tersebut. 

"Target 1.000," kata Aziz saat dikonfirmasi, Rabu (20/9/2023).

Load More