/
Minggu, 01 Oktober 2023 | 14:00 WIB
Pelatih PSMS Medan Ridwan Saragih dalam konfrensi pers, Sabtu (30/9/2023). (Ist)

Suara Sumatera - Pelatih PSMS Medan Ridwan Saragih mengaku siap dievaluasi atau dipecat jika dianggap gagal membawa tim berjuluk Ayam Kinantan lebih baik.

"Sebagai pelatih saya siap dievaluasi oleh siapapun, khususnya oleh manajemen jika memang selama kepemimpinan saya dinilai tidak membawa perubahan bagi PSMS. Jika tidak dipercaya lagi karena dianggap gagal membawa PSMS lebih baik, saya siap," katanya, kemarin. 

Diketahui, PSMS baru mengoleksi dua poin dari dua kali imbang melawan Sada Sumut FC dan Persiraja Banda Aceh.  Dirinya mengaku progres cukup baik telah dicapai para pemain dalam dua laga pada Liga 2 musim 2023/2024. 

Hal ini dibuktikan bahwa anak asuhnya mampu menciptakan gol dari skema penyerangan yang terus-menerus dimatangkan dalam latihan.

"Pemain saya bisa menciptakan gol melalui proses, dan dua kebobolan gawang kita sama, menitnya sama, dua-duanya melalui free kick, makanya akan kita antisipasi," ungkapnya.

Ridwan mengaku suporter tidak mungkin memiliki keinginan untuk menang melebih keinginannya sebagai pelatih membawa PSMS Medan meraih tiga poin di setiap pertandingan. 

Namun untuk laga menghadapi Persiraja yang berakhir 1-1 dia menilai, faktor keberuntungan yang belum berpihak kepada timnya.

"Kemenangan itu berproses. Saya paham tuntutan suporter. Saya sebagai pelatih, tidak ada seorang pelatih yang tidak ingin menang dan itu yang kita siapkan," jelasnya.

Dari laga mengahadapi Sada Sumut FC pada Sabtu 16 September 2023, timnya telah berkembang signifikan. 
Saat melawan Persiraja Banda Aceh pada Minggu 24 September 2023, dari statistik Joko Susilo dkk menguasai permaianan 75 persen berbanding 25 persen dengan 20 tembakan mengarah ke sasaran (shot on target).

Baca Juga: Tak Terlihat di Hari Terakhir Rakenas IV PDIP, Ke Mana Ganjar Pranowo?

"Saat ini saya senang progres tim ini artinya dari pertandingan pertama ke kedua itu progresnya signifikan. Jika boleh mengabaikan hasil, statistik 75 persen untuk PSMS berbanding 25 persen untuk Persiraja.
Ini berarti faktor keberuntungan yang belum ada," ungkapnya.

Menurut Ridwan, di luar hasil yang belum memuaskan, pemain PSMS sudah berproses dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik dalam pertandingan.

"Misalnya, saya minta pemain main agresif, itu kenapa (Matheus) Souza saya cadangkan dan  saat dimasukkan dia bisa membuat gol. Kenapa Souza dicadangkan itu bagian dari strategi," cetusnya.

"Jika dia main dari awal dan dapat ampas buat apa. Apa yang saya lakukan untuk Souza waktu lawan Persiraja, saya berkaca dari waktu main lawan Sada Sumut, dia tampil dari menit awal tapi tidak bisa mencetak gol," katanya.

Load More