Suara Sumatera - Pada tanggal 1 Oktober 2023 hari ini, tepat satu tahun kejadian tragedi kanjuruhan. Tragedi kemanusian yang menjadi duka bagi para pesepak bola ini masih melekat.
Kedukaan juga masih dirasakan para penggemar pesepak bola di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Sebagai pembuka laga Sriwijaya FC menghadapi Semen Padang FC dilakukan doa bersama bagi para korban tragedi tersebut,
Baik suporter, penonton, pemain dan official dari dua klub memanjatkan doa yang diawali dengan mengheningkan cipta.
Mengheningkan cipta bersama itu pun disematkan doa bersama dengan para korban.
Salah satu penonton di Jakabaring Palembang, Rama mengungkapkan jika dirinya dan kelompok pecinta bola masih berduka atas kejadian tersebut.
Mereka pun berharap kejadian tidak kembali terulang di Indonesia, terkhusu di Palembang.
Karena menurut Rama dan kawan-kawan sbagai penikmat bola, tragedi tersebut saangat tidak diharapkan.
Di pembangunan yang sudah sangat maju, Indonesia masih mencatat pengalaman tidak ramah bagi warganya terutama penikmat bola.
Baca Juga: Asus Zenfone 10, Spesifikasi dan Harga Resmi di Indonesia
Kendati demikian, Rama dan teman-teman turut mendoakan para korban kanjuruhan.
"Kami masih berduka, sebagai pesepak bola, kami masih berduka," ujar Rama kemudian
Selain doa dan mengheningkan cipta, para pemain Sriwijaya FC pun menggunakan pita hitam di lengan sebagai bentuk simbolik masih berduka atas kejadian tragedi kanjurjuhan.
Para pemain Sriwijaya FC juga mendoakan para korban kanjuruhan agar mendapatkan tempat yang layak di sisi sang Pencipta.
Harapan agar sepak bola Indonesia lebih aman dan nyaman juga banyak disampaikan di media sosial warga Palembang.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Kecelakaan 3 Santri Hantam Truk di Soekarno-Hatta Palembang, Kendarai Motor Bertiga
-
Sedang Berlangsung! Ini Link Live Streaming Sriwijaya FC Vs Semen Padang FC
-
Laga Seru! Ini Link Live Streaming Sriwijaya FC VS Semen Padang FC di Jakabaring
-
Kabut Asap di Palembang, Laga Timnas Indonesia vs Brunei Terancam Gagal
-
Laga Timnas Kontra Brunei Darussalam di Palembang Terancam Udara Buruk
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta