Suara Sumatera - Bek kiri Tottenham Hotspur, Destiny Udogie menjadi korban rasisme melalui media sosial (medsos) usai pertandingan sengit lawan Liverpool.
Terkait serangan rasisme terhadap pemain The Lily Whites ini, fans Liverpool Indonesia yang tergabung dalam The Reds Indonesia mengutuk keras hal itu.
"Destiny Udogie, pemain Spurs menerima ujaran rasis di media sosialnya pasca laga Liverpool kontra Spurs," cuit akun X (Twitter) @The_RedsIndo, dilihat Selasa (3/10/2023).
The Reds Indonesia juga membeberkan kalau serangan rasisme ini juga berasal dari warganet di Indonesia.
"Yang menyedihkannya adalah sangat banyak netizen Indonesia yang ucapkan kata dan emoji rasis untuk emoji. Benar-benar memalukan. Tak ada ruang untuk rasisme," cuitnya.
Warganet pun ramai menberikan komentar atas adanya tindakan rasisme yang tidak terpuji.
"Kalau di sisi netral wajar kalau fans Liverpool kemarin marah-marah tapi mending marah-marah ke wasitnya aja, gak usah nyerang pemain lawan," cetus warganet.
"Memang pasti kesal karena dirugikan wasit atau pemain, tapi jangan sampe rasisme gini juga, sad (sedih) banget," ungkap warganet lainnya.
Diketahui, hasil Tottenham vs Liverpool di Liga Inggris musim 2023-2024 menuai kontroversi usai Spurs meraih kemenangan 2-1 atas The Reds.
Baca Juga: Disidang Kasus Kopi Sianida, Jessica Wongso Sempat-sempatnya Ngefans Pakaian Jurnalis Ini
Kemenangan Spurs ini disebut-sebut tidak terlepas dari kontroversi VAR ditambah 2 pemain Liverpool yang diganjar kartu merah dan gol bunuh diri Joel Matip di penghujung tambahan waktu babak kedua.
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Singapura Bisa tapi Swedia Gagal?
-
3 Film Bertema Rasisme di Era Jim Crow, Diangkat dari Kisah Nyata
-
Nah Loh! Erick Thohir Setuju BRI Liga 1 Dihentikan Sementara Imbas Aksi Rasisme
-
Ade Armando Sebut Anies Baswedan Layak Jadi Presiden: Jangan Rasis, Dia Orang Indonesia Asli
-
Aurelie Moeremans Pernah Jadi Korban Rasis Gegara Kulitnya Hitam, Cara Hadapinnya Gimana?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik