Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 07 Juli 2023 | 21:28 WIB
Bek PSM Makassar, Yuran Fernandes (kanan) berduel dengan bek Persija Jakarta Firza Andika selama pertandingan pekan pertama BRI Liga 1 2023-2024 antara Persija vs PSM Makassar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (3/7/2023) malam WIB. [Liga Indonesia Baru]

Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku setuju dengan usulan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) agar BRI Liga 1 2023-2024 dihentikan sementara imbas aksi rasisme.

Aksi rasisme yang dilakukan suporter terjadi dalam laga PSM Makassar menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan pertama BRI Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 3 Juli lalu.

Pasca pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, setidaknya tiga pemain PSM Makassar menjadi sasaran rasisme lewat komentar di media sosial.

Tiga pemain tersebut adalah Yuran Fernandes, Yance Sayuri dan Erwin Gutawa. Atas aksi itu, APPI meminta agar PSSI dan Liga 1 untuk menghentikan sementara kompetisi.

"Ya, setuju," kata Erick Thohir saat diwawancarai setelah menghadiri acara pelatihan VAR di kawasan Thamrin City, Jakarta pada Jumat (7/7/2023).

Ketua PSSI Erick Thohir saat ditemui di kawasan Sanur, Denpasar, Kamis (6/7/2023) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)

Meski demikian, Erick Thohir menjelaskan bahwa PSSI akan melakukan tindakan bertahan demi memberantas rasisme dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

"Kemarin saya sudah bilang, saya sangat kecewa, dan saya meminta nanti setelah ada jambore suporter (sudah ada di Surabaya) dan di berbagai tempat, suporter nanti mempunyai perspektif yang sama, apa itu rasisme," kata Erick.

"Ke depannya akan mulai kita tindak. Karena sangat sedih ketika kita bangga, sebagai negara Pancasila, NKRI, kulitnya ada yang putih ada yang hitam, rambutnya ada yang keriting ada yang lurus. Sukunya macam-macam lalu terjebak hal yang seperti ini, sangat-sengat menyedihkan," lanjutnya.

"Apalagi kalau yang dikecam bangsa kita sendiri. Apakah itu dari barat, timur, tengah, saya rasa ini tidak bisa ditoleransi."

Baca Juga: Sinyal Shayne Pattynama Tinggalkan Viking FK Menguat, Jadi Gabung Klub BRI Liga 1?

Di sisi lain, para pemain PSM Makassar yang jadi korban rasisme telah berbicara dengan APPI agar kejadian ini di bawa ke ranah hukum.

"APPI telah berkomunikasi secara daring dengan 3 (tiga) Pemain PSM Makassar, dan ketiganya berkeinginan melanjutkan prosesnya ke ranah hukum. Kami akan memberikan pendampingan bantuan hukum", M. Hardika Aji, CEO APPI dikutip dari unggahan akun Instagram @appi.official pada Kamis (6/7/2023).

Load More