/
Senin, 16 Oktober 2023 | 11:52 WIB
Kurnia Meiga (Shutterstock)

Suara Sumatera - Nama Kurnia Meiga tak asing bagi publik pecinta sepak bola Tanah Air. Penjaga gawang berprestasi itu pernah mengharumkan nama Timnas Indonesia dalam sejumlah kompetisi internasional.

Setelah lama vakum, kiper legendaris Indonesia akan kembali 'merumput' dalam game Total Football, sebuah permainan simulasi sepak bola mobile pertama dengan fitur komentator berbahasa Indonesia.

“Alhamdulillah senang sekali saya bisa saya bekerja sama dengan game Total Football untuk menjadi karakter legenda sepak bola Indonesia pertama di game ini," kata Kurnia Meiga, dikutip dari Suara.com, Senin (16/10/2023).

"Saya terharu bisa melihat diri saya merumput kembali di lapangan hijau secara virtual melalui game. Ayo jadi juara bersama Kurnia Meiga di Total Football," katanya.

Dengan bergabungnya Kurnia Meiga, kini ada tujuh pemain dalam negeri di game Total Football. Sebelumnya, Egy Maulana Vikri, Abimanyu, Witan Sulaiman, Pratama Arhan, Stefano Lilipaly, dan M. Rai, sudah hadir sebagai pemain di Total Football.

Profil Kurnia Meiga

Kurnia Meiga Hermansyah merupakan seorang mantan pesepakbola yang pernah berjasa besar bagi Timnas Indonesia dan Klub Arema FC. Selama aktif, penampilan Meiga cemerlang sebagai kiper.

Namun, sejak mengalami kebutaan mendadak, Kurnia Meiga sudah tidak pernah bermain sepak bola lagi sejak tahun 2017. Berdasarkan pernyataan Kurnia Meiga dalam video di saluran Youtube Vivagoal Indonesia, tidak ada diagnosis yang pasti dari dokter atau rumah sakit mengenai penyakit yang dialaminya.

Berikut ini profil singkat dan sepak terjangnya di dunia sepakbola.

Baca Juga: Kiper Legendaris Indonesia Kurnia Meiga Akan Hadir di Game Total Football

Kurnia Meiga Hermansyah lahir di Jakarta pada 7 Mei 1990. Tinggi badannya mencapai 1,84 meter. Ia adalah anak dari pasangan Mohammad Khasa dan Maryani.

Kurnia Meiga menikah dengan Azhiera Adzka Fathir dan telah dikaruniai anak bernama Kurnia Meiziah Talita.

Karier junior Meiga dalam dunia sepakbola dimulai pada 2006. Waktu itu ia bergabung dengan Persijap U-18. Setahun berselang, ia masuk ke skuad Persijap U-21.

Sementara karier seniornya dimulai pada 2008. Ia bergabung dengan Arema. Uniknya, Meiga hanya membela satu klub sepanjang karier seniornya. Ia pensiun dari sepakbola pada 2017.

Sementara dalam karier internasional, Meiga pertama kali mengenakan seragam Timnas pada 2008. Hingga 2017, namanya tercatat pernah membela Timnas U-19, Timnas U-21, Timnas U-23 dan Timnas Senior.

Meiga ditarik Pelatih Kiper Beny van Bruekelen dari Timnas Indonesia U-19. Waktu itu, Meiga belum punya pengalaman di klub profesional karena sebelumnya menimba ilmu di Diklat Ragunan dan sempat diperbantukan ke Persijap Jepara Junior.

Hanya butuh satu setengah tahun baginya untuk jadi kiper utama Singo Edan. Pelatih Arema musim 2009-2010, Robert Rene Alberts melihat bakat besar dalam diri Meiga. Meiga dipromosikan jadi kiper utama menggantikan Markus Horison yang akhirnya keluar pada putaran kedua.

Pada usia 20 tahun, Meiga membawa Arema juara ISL dan jadi pemain terbaik tahun itu. Kiprahnya semakin gemilang ketika menjadi kiper Timnas senior.

Jejak Meiga bergabung dengan Singo Edan kemudian diikuti kakaknya Achmad Kurniawan. Cukup langka waktu itu, Arema memiliki kakak beradik yang semuanya dalam posisi penjaga gawang.


Namun sayang, kedua kiper itu mengakhiri kebersamaan dengan Arema pada 2017. Achmad Kurniawan tutup usia pada 10 Januari 2017 di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan Kurnia Meiga menderita penyakit kebutaan mendadak.

Load More