Suara Sumatera - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tengah menjadi perbincangan terkait putusan mengenai batas usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
MK menyebut jika seperti pasal 169 huruf (q) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum memperbolehkan batas usia capres dan cawapres paling rendah 40 tahun atau pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.
Putusan MK tersebut menuai pro dan kontra karena disebut melegalkan Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka yang disebut akan menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Anwar Usman sendiri bukan sosok asing lantaran merupakan saudara ipar Presiden Joko Widodo alias paman dari Gibran.
Hubungannya dengan Jokowi inilah yang membuat Anwar Usman ramai disorot karena dikhawatirkan akan melanggengkan dinasti politik keluarga Jokowi jika mengabulkan gugatan batas capres cawapres tersebut.
Lantas siapakah Anwar Usman, Ketua MK yang juga adik paman Gibran?
Profil Anwar Usman
Prof Dr Anwar Usman SH MH lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 31 Desember 1956 silam.
Anwar dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Bima. Lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada 1969, Anwar harus meninggalkan desa dan orang tuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun hingga 1975.
Pada 1984, ia menyelesaikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Studi Magister Hukum STIH IBLAM Jakarta tahun 2001.
Baca Juga: Jelang Lawan Timnas Indonesia, Mario Rivera Bongkar Faktor Utama Brunei Darussalam Susah Berkembang
Anwar Usman melanjutkan S3 Program Bidang Ilmu Studi Kebijakan Sekolah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan lulus 2010.
Pria berjenggot tersebut dilantik menjadi Ketua MK pada 2 April 2018. Ia kemudian dilantik lagi untuk masa jabatan tahun 2023 hingga 2028.
Anwar Usman menikahi Idayati yang merupakan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (26/5/2022). Anwar memberikan seperangkat alat salat dan sebuah jam tangan sebagai mahar pernikahannya.
Sebelum meminang Idayati adik Jokowi, pria yang gemar menyanyikan lagu-lagu Broeri Marantika ini memiliki istri bernama Suhada Ahmad Sidik.
Dari pernikahannya dengan Suhada, Anwar Usman dikaruniai anak bernama Kurniati Anwar, Kahiril Anwar dan Sheila Anwar.
Namun, Suhada meninggal dunia pada 26 Februari 2021 di Rumah Sakit Bethsaida, Serpong, Tangerang, Banten.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Shin Tae-yong Sadar Tidak Mudah Melatih Persija, Tekanan Suporter Jadi Sorotan
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
-
John Herdman Pasang Target Tinggi, Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Seniman ARTJOG Lapor ke LBH, Soroti Dugaan Represi di Ruang Seni Yogyakarta
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
-
Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026