/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 17:44 WIB
Ilustrasi merasa bersalah berlebihan (Pexels/EnginAkyurt)

SuaraSumedang.Id - Terkadang, ada orang yang tiba-tiba merasa bersalah kala menjalin hubungan dengan orang lain dalam kehidupan.

Sialnya, perasaan bersalah yang dialami orang tersebut murni bukan kesalahan pribadinya.

Melainkan, itu akibat dari perbuatan orang lain kepada Anda dan membuatnya merasa bersalah.

Dilansir dari yoursaya.suara.com, Minggu (21/8/2022) hal tersebut merupakan satu di antara bentuk gangguan Psikologis yang disebut Guilt Trip.

Diketahui, Guilt Trip adalah bentuk manipulasi dan pelecehan psikologis yang dibuat secara hati-hati dengan menimbulkan rasa bersalah pada salah satu pihak dalam hubungan.

Hal ini biasa dilakukan salah satu pihak untuk mendapatkan sesuatu dengan mengecewakan target.

Selanjutnya target yang merasa kecewa ini akhirnya akan dimanipulasi sehingga korban Guilt Trip menjadi merasa menyesal serta malu pada diri mereka sendiri

Lebih lanjut, berikut ciri-ciri seseroang yang terindikasi Guilt Trip: 

- Mengungkit kesalahan yang pernah kamu lakukan.
- Mengungkit bantuan yang telah mereka lakukan untuk kamu di masa lalu.
- Bertingkah seolah marah, tapi menyangkal bahwa ada masalah.
- Bertingkah silent treatment atau menolak berbicara.
- Menunjukkan dengan bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah bahwa tidak setuju dengan apa yang kamu lakukan.
- Berkomentar yang menunjukkan bahwa kamu belum melakukan pekerjaan sebanyak yang telah mereka lakukan.
- Membuat komentar sarkastik tentang upaya atau kemajuan yang tengah kamu lakukan.

Baca Juga: 4 Manfaat Buah Lontar atau Siwalan yang Harus Kamu Tahu, Bisa Atasi Diabetes hingga Lambung

Itulah penjelasan mengenai tindakan Guilt Trip dan beberapa ciri yang perlu diwaspadai. Selayaknya kita tidak perlu menghiraukan orang yang bersikap Guilt Trip ini agar psikologis kita tidak terganggu.

Load More