/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:13 WIB
Viral video tumpukan duit dalam koper diduga di rumah Irjen Ferdy Sambo. (tangkapan layar/Twitter)

SuaraSumedang.id - Video yang menunjukkan tumpukan uang pecahan dolar beredar di media sosial Twitter. Narasi video itu menyebutkan kalau koperan uang dolar itu berada di kediaman Irjen Ferdy Sambo

Gepokan uang itu diletakkan dalam beberapa koper berwarna abu. 

Video itu diunggah akun Twitter @Miss_Warawiri. Akun itu menyebut jumlah uang itu mencapai Rp900 miliar. 

Namun, narasi yang menyebutkan uang itu berada di rumah Ferdy Sambo ditepis oleh Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut kalau informasi itu sesat alias hoaks.

"Tidak benar itu, hoaks," kata Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (23/8/2022), mengutip dari Suara.com.

Selain informasi itu, pada minggu lalu, Dedi pun menepis kabar terkait adanya banker berisi uang sebanyak Rp900 miliar di kediaman Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo kini berstatus tersangka kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat. 

Tim khusus yang menangani kasus yang menjerat jenderal bintang dua itu menyatakan informasi terkait bunker berisi uang ratusan miliar tersebut merupakan informasi keliru. 

"Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS, info soal bunker Rp900 miliar tidaklah benar," ujar Dedi, Sabtu (20/8/2022).

Baca Juga: Miris! Dalam 18 Tahun, Habitat Gajah Asia Menyusut 67.000 Kilometer Persegi

Menurut Dedi, tim khusus memang melakukan penggeledahan di beberapa lokasi--salah satunya di kediaman Ferdy Sambo. Namun, lanjut Dedi, tidak menemukan bunker berisi uang Rp 900 miliar seperti yang beredar liar di jagat maya. 

Penyidik hanya menemukan beberapa barang bukti dan kini sudah diamankan oleh tim khusus yang menangani kasus yang menjerat Ferdy Sambo dan kawan-kawan.

"Apa saja yang disita itu untuk pembuktian nanti dipersidangan. Timsus melakukan penyidikan dengan langkah pro justitia," bebernya.

Dedi pun meminta agar publik tidak termakan kabar yang tidak jelas sumbernya juga kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan atau hoaks.

Dedi menegaskan Polri kini tetap berkomitmen mengusut kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J.

"Tim khusus terus bekerja. Mohon sabar dan dukungannya. Komitmen kami sejak awal mengusut perkara ini sampai tuntas dengan mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation." tutupnya.

Load More