/
Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:55 WIB
Irjen Kaisar Ferdy Sambo diduga sudah matang memikirkan langkah pembunuhan terhadap korban Brigadir J (SUARA DENPASAR)

SUARA DENPASAR - Irjen Kaisar Ferdy Sambo diduga sudah dengan matang memikirkan setiap langkah dalam perencanaan pembunuhan sadis terhadap korban Brigadir J. Anggota Brimob yang bertugas untuk menjadi ajudan mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu.

Selain adanya skenario pelecehan seksual terhadap sang istri, Putri Candrawathi. Dia juga diduga menghilangkan beragam barang bukti.

Dari rekaman CCTV sampai dengan pergantian ponsel seluruh ajudan, berikut hilangnya ponsel Brigadir J pasca kematian.

Jadi, A sampai Z untuk lolos kasus ini sejatinya sudah dipikirkan oleh jenderal yang kenyang pengalaman dalam bidang reserse itu.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan, skenario ini belum terungkap seluruhnya karena beberapa barang bukti belum juga ditemukan sampai sekarang.

Di samping itu, Irjen Sambo yang kini ditahan di Mako Brimob juga belum memberikan keterangan secara detail terkait motif dan pemicu emosinya yang meledak.

Jadi, sampai saat ini hanya sebatas membela Marwah dan harga diri keluarga. Ini juga yang membuat motif kasus pembunuhan Brigadir J masih ada di zona abu-abu.
"

Yang kentara (barang bukti) banget adalah rekam jejak digital gak cuma ponsel, tapi percakapan digital juga gak ada," kata Anam saat berbicara Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).

Rekam jejak digital yang dimaksud dalam hal ini tentu jejak digital di ponsel Brigadir J yang hilang berikut di sejumlah ajudan.

Baca Juga: Nasib Ferdy Sambo Sebagai Anggota Polri Ditentukan Kamis Lusa

Seperti diketahui, untuk menghilangkan jejak dalam kasus pembunuha sadis ini. Kaisar Ferdy Sambo lewat akal busuknya sudah mengganti ponsel milik ajudan lewat operasi senyap yang dimulai pukul 01.00 dini hari.

Tak berhenti di situ. Temuan Komnas HAM yang lain adalah hilangnya atau dihapusnya tiga grup WA yang biasanya aktif sebelum kasus pembunuhan terjadi.

Grup WA itu diduga berisi percakapan penting antara ajudan dan Irjen Sambo  "Ada tiga grup (WhatsApp) yang dulunya dia (Brigadir J) ada, jadi nggak ada. Itu penting dilacak WA (WhatsApp).

Fisik HP-nya juga hilang," tukas dia dikutip dari PMJNews. Jadi warganet pun kembali dihadapkan pada teka-teki akhir kasus ini.

Sebab, yang diharapkan bisa terungkap lewat data digital tak bisa ditemukan karena sudah dihapus sebelum penyelidikan dari tim khusus berlangsung. ***

Load More