/
Senin, 29 Agustus 2022 | 17:38 WIB
Kompleks Kawasan Candi Arjuna Dieng, Banjarnegara. Return of the Light menjadi tema penyelenggaraan Dieng Culture Festival 2022 yang akan berlangsung pada awal September mendatang. (Suara.com/Citra Ningsih)

SuaraSumedang.id Dieng Culture Festival (DCF) XIII bakal di gelar pada tanggal 2-4 September 2022 di Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Agenda wisata tahunan ini dapat terlaksana dengan sinergi antara Desa Wisata Dieng Kulon dan Dinparbud Kabupaten Banjarnegara.

Harapan dari pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kegiatan DCF ini dapat menjadi agenda wisata bertaraf internasional, seperti dilansir dari suara.com Senin (29/08/2022).

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto mengatakan kegiatan budaya ini berkelas nasional.

"DCF sebagai event budaya yang kelasnya nasional dan Insya Allah tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-13 kalinya," kata Dinparbud Agung Yusianto.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Dieng Pandawa" Alif Faozi menjelaskan, penginapan di Desa Dieng Kulon, kini sudah habis dipesan oleh wisatawan.

"Seluruh homestay di Dieng Kulon yang jumlahnya mencapai kisaran 200 unit telah habis dipesan oleh wisatawan, demikian pula dengan hotel," kata Alif Faozi.

Tidak hanya ratusan homestay di Dieng Kulon, wisatawan juga telah memesan homestay di sejumlah desa sekitar lokasi kegiatan DCF XIII termasuk di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Bahkan berdasarkan informasi, kata dia, sekitar 90 persen homestay di Desa Dieng Wetan juga sudah dipesan oleh wisatawan.

Baca Juga: Kak Seto Ingin Anak Ferdy Sambo Diberi Perlindungan, Deolipa Eks Pengacara Bharada E: kok Bisa-bisanya?

"Beberapa pemilik homestay yang belum dihubungi wisatawan juga telah berkoordinasi dengan kami,” ujar Ketua panitia DCF 2022 Alif Faozi.

“Agar bisa diinformasikan kepada calon wisatawan jika masih ada homestay yang dapat digunakan," kata Alif, Senin (29/8/2022).

Ia menambahkan, beberapa basecamp di pendakian Gunung Prau juga sudah mulai membuka camping ground.

Sekaligus guna melayani calon wisatawan yang ingin berkemah saat pergelaran DCF XIII yang akan digelar pada 2-4 September 2022.

Menurut dia, sejumlah rumah penduduk di Desa Dieng Kulon yang belum dijadikan sebagai homestay pun siap menerima wisatawan yang ingin menginap saat pergelaran DCF XIII.

Alif juga mengatakan pihaknya juga berencana untuk membuka penjualan tiket on the spot guna melayani wisatawan yang ingin membeli tiket secara langsung di lokasi kegiatan DCF XIII.

"Kami sediakan sekitar 500-1.000 tiket yang dijual on the spot,” ucap Alif.

“Sesuai dengan perencanaan, kami menargetkan pergelaran DCF XIII dikunjungi sekitar 3.500 wisatawan," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengatakan pihaknya pada hari ini akan menggelar rapat pleno persiapan pergelaran DCF XIII dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

"Kami juga akan membahas beberapa perubahan rangkaian kegiatan salah satunya mengenai pembukaan DCF XIII,” ujar Alif.

“Sebelumnya akan dilaksanakan pada Jumat (2/9) pagi, digeser menjadi siang hari," kata Alif.

Selain itu, Alif juga menjelaskan pagelaran QRIS Jazz di Atas Awan dilaksanakan pada Jumat (2/9) siang usai pembukaan acara DCF XIII, sedangkan prosesi ruwatan anak-anak berambut gimbal akan digelar pada hari Sabtu (3/9).

Kendati pergelaran DCF XIII secara resmi akan dibuka pada Jumat (2/9) siang, Alif mengatakan pergelaran seni budaya tradisional tetap digelar sejak Jumat (2/9) pagi. 

Load More