/
Jum'at, 02 September 2022 | 20:23 WIB
Hubungan Raden Saleh di Freemason (Instagram/@mencuriradensalehfilm)

SuaraSumedang.id - Film Mencuri Raden Saleh menambah daftar film yang disukai di tanah air, film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko ini juga kebanjiran pujian.

Diketahui, Empat hari setelah penayangannya, film yang dibintangi oleh beberapa aktor ternama ini telah terjual 550.000 tiket.

Film yang banyak dibintangi sejumlah aktor dan aktris muda, tidak hanya itu konsep filmnya terdapat jalan cerita yang seru dan menegangkan.

Film Mencuri Raden Saleh menceritakan tentang Piko (Iqbaal Ramadhan), berperan sebagai mahasiswa seni rupa yang mendadak mendapat tawaran untuk mencuri sebuah lukisan.

Lukisan karya Raden Saleh yang dijaga sangat ketat di Istana Negara, karena dinilai mempunyai harga yang fantastis.

Sedikit orang yang tahu kalau sosok Raden Saleh merupakan anggota dari perkumpulan rahasia Freemason yang pada masa itu disebut vrijmetselarij.

Freemason merupakan perkumpulan persaudaraan yang memiliki tokoh-tokoh rahasia dan ritual-ritual yang sangat rahasia seperti di abad pertengahan. 

Perkumpulan Freemasonry memiliki tujuan utama untuk membangun persaudaraan dan saling pengertian tentang kebebasan berpikir, seperti dilansir dari Suara.com Jumat (02/09/2022).

Secara umum, Freemason bermaksud untuk menghapus semua agama, menghapus sistem keluarga dan menyatukan orang-orang di seluruh dunia.

Baca Juga: Rocky Gerung Soroti Soal BBM, Kita Berada dalam Ketidakpastian

Menjadi anggota Freemason bukanlah hal yang mudah, karena Freemason merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota. 

Anggota Freemasonry merupakan individu-individu yang bereputasi dan memiliki pengalaman di bidang tertentu, seperti pejabat pemerintah, militer, pemilik tanah, ilmuwan, pengusaha, seniman, penulis, dan lain-lain.

Pada tahun 1829 Raden Saleh berkesempatan pergi ke Belanda untuk mewujudkan mimpinya hidup di tengah peradaban Eropa

Pelukis ini dengan nama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman menghabiskan 25 tahun hidupnya di Eropa (Belanda, Jerman, Prancis, Italia, Inggris) sehubungan dengan elit bangsawan dan intelektual.

Banyak orang dan pejabat tinggi di Eropa mengaguminya karena bisa hidup dalam campuran budaya Muslim Jawa dan Eropa.

Raden Saleh sibuk memenuhi undangan banyak pejabat di Eropa yang penasaran dengan kemampuan Raden Saleh melukis agar terlihat realistis. Objects perfect.

Load More