SuaraCianjur.id- Seminggu sudah tayangan film Mencuri Raden Saleh yang kerap mencuri perhatian publik hingga menjadi salah satu film popular di bioskop saat ini.
Selain karena jalan cerita yang menarik serta didukung aktor yang hebat, film ini menjadi magnet yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Termasuk sosok dari Raden Saleh sendiri yang membuat banyak orang penasaran.
Dalam sinopsisnya sendiri, film ini menceritakan mengenai sekelompok anak muda yang menerima misi untuk menukar lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' karya Raden Saleh.
Banyak yang bertanya siapa sosok Raden Saleh sbetulnya?
Raden Saleh Syarif Bustaman ini menjalani hidup pada tahun 1807-1880. beliau merupakan keturunan bangsawan kelahiran Terboyo, Semarang, Jawa Tengah.
Raden Saleh sendiri merupakan anak dari Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja dan ibunya Mas Adjeng Zarip Hoesen.
Melansir dari Galeri Nasional Indonesia, Raden Saleh memiliki baka tersendiri dan ditemukan oleh pelukis asal Belgia yang tinggal di Jawa, bernama A.A.J Payen.
Seiring berjalannya waktu, Raden mulai dikenal sebagai pelukis yang memiliki gaya romantisme yang tinggi. Hingga kini lukisan Raden Saleh telah menjadi simbol bagi para pelukis di era modern yang ada sekarang.
Raden Saleh juga didukung oleh Prof. Reinward, ahli seni lukis dan botani perancang Kebun Raya Bogor dan Gubernur Jenderal Van der Capellen.
Baca Juga: Disorot Kerap Gonta-ganti Mobil Ternyata Segini Total Harta Brigjen Hendra, Aset Tanah Banyak
Pada tahun 1830 Raden Saleh sempat mengenyam ilmu melukis di Belanda. Ia banyak belajar melukis potret dari Cornelius Kruseman, yang saat itu seringkali menerima pesanan langsung dari pemerintah dan keluarga kerajaan.
Ketika dirinya di Belanda, Raden Saleh berkesempatan untuk menggelar pameran pertamanya di Den Haag dan Amsterdam di tahun 1840-an.
Selain di Belanda, Raden Saleh sempat belajar dan berkarya di Prancis sejak 1844 hingga 1851, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Hindia Belanda dan mulai dikenal dengan lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' miliknya.
Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro ini, seperti dilansir dari laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, merupakan hasil lukisan yang menjadi respon terhadap karya Nicolaas Pieneman.
Pieneman saat itu membuat lukisan yang menggambarkan peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda.
Unsur yang ditonjolkan dari penangkapan Diponegoro itu, adalah penggambaran rasa nasionalisme sang pahlawan, Ketika melihat kesengsaraan yang dialami pejuang di tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard