SuaraSumedang.id - Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Adapun, harga baru BBM Pertalite dan kawan-kawan mulai berlaku sejak pukul 14.30 WIB pada Sabtu (3/9) lalu.
Kenaikan harga BBM, Pertalite dijual seharga Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter.
Jenis solar subsidi menjadi Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter. Kemudian Pertamax nonsubsidi saat ini harga Rp14.500 per liter sebelumnya Rp12.500 per liter.
Menanggapi kenaikan harga BBM, DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sumedang gelar pertemuan dengan KKU se-Sumedang, pada Senin (5/9/2022).
Dalam pertemuan tersebut, yang digelar di Sekretariat DPC Organda Sumedang diputuskan adanya penyesuaian tarif angkutan umum tidak lebih dari 30 persen.
Sekretaris DPC Organda Kabupaten Sumedang, Yudi Gumelar mengatakan, menanggapi kenaikan harga BBM pihaknya masih mengacu pada Perbup 2013.
Meski belum ada kenaikan secara resmi, tetapi saat ini para sopir angkot melakukan penyesuain tarif transportasi angkutan umum.
"Dengan naiknya harga BBM otomatis harus ada penyesuaian tarif juga. Namun, penyesuaian ini dilakukan oleh kami beserta pengurus jalur, hanya bersifat sementara sambil menunggu regulasi dari pemerintah pusat," kata Yudi.
Baca Juga: Cak Imin Jadi Penentu Nasib Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024?
Ia memastikan, pelaksanaan operasional jalan, dalam penyesuaian tarif BBM ini tidak terlalu melenceng dari peraturan.
Yudi pun meminta kepada sopir dan pengurus jalur angkot agar tetap melayani masyarakat sebaik mungkin, tanpa memungut di luar regulasi yang ada.
"Sesuai yang sudah disepakati, kenaikannya tidak boleh lebih dari 30 persen sesuai kenaikan harga BBM yang sekitar 25-30 persen. Setiap jalur penyesuaiannya variatif, tergantung tiap jarak, dan taraf ekonomi masyarakat."
"Penyesuaian tarif sebesar itu menurut kami tidak terlalu jauh dari regulasi yang saat ini sedang berjalan," tambah Yudi.
Lalu, Yudi menerangkan, berdasarkan data yang ada saat ini ada 1976 angkot, dan angdes di Sumedang. Kemudian, 1.425 pengusaha angkot, dan 2.442 pengemudi.
"Harapan kami pemerintah segera mengeluarkan regulasi baru. Penyesuaian tarif karena kenaikan BBM ini harus kami lakukan. Tidak mungkin angkutan umum beroperasi kalau masih tetap tarif lama," ucap Yudi, dikutip dari Sumedangkab.go.id.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Pesona Gazgas Hummer Pro 150, Motor Cita Rasa Lokal Harga ala Vario: Alternatif KLX dan WR 155
-
Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya
-
5 Hydrating Toner Under Rp50 Ribu: Lembap Maksimal Gak Bikin Kantong Bolong
-
KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, iPhone XS Rp 231 Ribu Laku Rp 34 Juta
-
3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
-
Pria Tewas Dikeroyok di Pematangsiantar, Berawal Cekcok Harga Tato
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar