/
Senin, 05 September 2022 | 21:30 WIB
Puan Maharani diajarkan Prabowo Subianto menunggang kuda, puan dan prabowo, prabowo - puan berkuda, prabowo-puan (Ist)

SuaraSumedang.Id - Peluang Puan Maharani berduet dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden bakal pupus.

Peluang tersebut hanya bisa didapatkan oleh Ketua DPR RI itu bila mana Ketua Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan restu.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa.

Menurut Desmond, PDIP bisa masuk koalisi dan Puan masuk konfigurasi sebagai cawapres Prabowo, jika memang Muhaimin merelakannya alias mengalah.

Seperti diketahui, Puan Maharani, baru saja kemarin datang mengunjungi kediaman Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.

Kedatangannya ke sana, tentunya menjadi spekulasi soal kemungkinan adanya komposisi maupun formasi baru pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Sementara itu, diketahui, PKB yang sudah lebih dulu berkoalisi dengan Gerindra berpeluang menempatkan Muhaimin atau Cak Imin sebagai cawapres Prabowo. Meski sejauh ini, PKB masih menginginkan untuk mengusung Muhaimin sebagai capres.

"Kalau Muhaimin nggak mengalah ya nggak ada lowongannya bagi Puan. Nggak ada ruang Puan, kecuali Cak Imin mengalah. Kalau ndak, ya nggak nyalon semuanya," kata Desmond. Dilansir dari Suara.com, Senin (5/9/2022).

Sebelumnya, Desmond menilai, Gerindra tidak boleh meninggalkan begitu saja PKB dan Muhaimin Iskandar, pasca terbukanya kemungkinan duet Prabowo Subianto-Puan Maharani atau sebaliknya.

Baca Juga: Dampak Harga BBM Naik, Sandiaga Uno Himbau Pelaku Usaha Kreatif untuk Berhemat

Lebih lanjut, kata Desmond, jika PDIP masuk koalisi dengan mengusung Puan sebagai calon wakil presiden, tentu suara PKB sangat menentukan.

Itu hanya bisa terjadi lagi-lagi bila mana disetujui oleh Muhaimin dan PKB.

Desmond menilai, konfigurasi Prabowo-Puan memang bisa dipertimbangkan. Tetapi untuk menuju ke arah sana, Gerindra yang sudah berkoalisi dengan PKB tidak boleh melangkah sembarangan.

"Harus dibicarakan dulu dengan Pak Muhaimin, mau gak Pak Muhaimin mengalah? Masa Muhaimin yang sudah teman bagus tiba-tiba Puan mau datang geser Muhaimin. Kalau Muhaimin mau boleh lah, kalau enggak, saya lebih setuju dengan Muhaimin daripada Puan ya," katanya.

Load More