SuaraSumedang.id – Brand makanan sehat kian meningkat, terdapat berbagai pilihan semenjak meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat.
Satu di antaranya dengan kemunculan salad, yang identik dengan sayuran dan makanan rendah kalori.
Seuah pengusaha lokal yang mempopulerkannya, bernama Salad Point ID, tak sekadar menawarkan makanan sehat, tapi juga salad halal.
Kemudian pengusaha itu menerima Sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia LPPOM MUI dan Keputusan Fatwa MUI dengan nilai A (Sangat Baik).
Sebelumnya, perusahaan ini juga mendapatkan Ketetapan Halal (KH) dengan nomor KH LPPOM-00160152300822 pada Rabu (3/08) lalu.
Menurut Dr. Ir. Muslich, M.Si, Halal Partnership Audit Services Director of LPPOM MUI, KH dan SH sendiri menandai kemampuan perusahaan untuk memproduksi produk halal secara konsisten dengan menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH).
Salad Point ID, dibawah naungan PT Segar Putra Indonesia, didirikan oleh Putra Siburian pada tahun 2017.
Brand salad lokal ini memiliki keutamaan mengenai Freshness Guarantee, Locally Source, Passionate People, dan juga berkomitmen untuk hanya memberikan produk makanan sehat dan salad halal kepada konsumennya.
Sementara itu, langkah untuk memenuhi komitmennya, brand tersebut menerapkan prosedur Sistem Jaminan Halal, mulai dari rantai pasokan, peralatan, proses produksi, sampai penyajian produk.
Baca Juga: Tarif Bus AKAP Naik Hingga 35%, Kemenhub: Penyesuaian Harga BBM
Saat ini, Salad Point ID menjadi satu-satunya gerai salad resto lokal yang menyediakan makanan sehat, yang terjamin dan terserifikasi halal.
Tak hanya menghadirkan salad halal yang sehat, Salad Point ID juga menyediakan salad roll, sandwich, healthy cake dessert, dan juice.
Dan yang menarik, ada pula sajian menu ‘Indonesian Salad’, yakni perpaduan cita rasa nusantara ke dalam makanan sehat dan rendah kalori, seperti urap, rendang, ayam betutu dan kedua menu barunya yaitu gado-gado dan ketoprak.
Buat kamu yang mencari makanan sehat dan salad halal, Salad Point ID bisa menjadi satu diantara opsi dengan kisaran harga Rp30.000 sampai Rp100.000.
Berita Terkait
-
Konsumsi Makanan Sehat Ini Usai Berolahraga, Bantu Perbaiki Otor Rusak
-
5 Hidangan Khas Okinawa, Makanan Sehat yang Kabarnya Memperpanjang Umur
-
4 Camilan yang Bantu Mengganjal Perut Laparmu, Salah Satunya Kacang Edamame
-
3 Tips Memilih Makanan yang Sehat dan Bergizi untuk Keluarga Tercinta
-
Analisis Peralihan Perilaku Konsumen Indonesia terhadap Produk Sehat Lokal
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Lee Min Ho hingga Jung Hae In Didapuk Jadi Juri Festival Film Pendek Korea
-
Sisi Religius Arsenal Juara Liga Inggris 2025/2026: Doa Bersama Jadi Kunci
-
Persija Pilih JIS untuk Laga Kandang Terakhir Super League Musim Ini
-
Alami Sakit Leher, Kim Chaewon LE SSERAFIM Bakal Absen Promosi Album Baru
-
Trump Mobile T1 Mulai Dikirim, Tapi Bikin Kecewa? Desain Berubah dan Ternyata Bukan Buatan AS
-
John Herdman Bicara Piala Dunia 2030, Visi Untuk Timnas Indonesia Bikin Kaget
-
Aman Buat Penonton Baru! The Mandalorian and Grogu Bisa Dinikmati Tanpa Harus Tahu Dunia Star Wars
-
Riau Tengah Bersiap dalam Perdagangan Karbon Global
-
Film Thriller The Eyes Resmi Ungkap Para Pemain Utama dan Tanggal Tayang
-
Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF RAPBN di DPR, Ketua Komisi XI DPR: Bukan karena Rupiah Melemah