News / Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 10:23 WIB
Potret Presiden Prabowo Subianto (instagram/prabowo)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF RAPBN 2027 di gedung DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Ketua Komisi XI DPR RI membantah kehadiran Presiden dipicu oleh kondisi pelemahan nilai tukar rupiah maupun tekanan pasar modal.
  • Kehadiran langsung Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ekonomi dan fiskal nasional sejak tahap awal perencanaan.

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI M Misbakhun membantah anggapan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto turun langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut Misbakhun , kehadiran langsung Presiden justru menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan arah kebijakan ekonomi dan APBN ke depan.

"Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan rupiah itu membuat Bapak Presiden harus membacakan sendiri KEM-PPKF," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan, langkah Prabowo hadir langsung di rapat paripurna DPR merupakan bentuk perhatian besar Presiden terhadap penyusunan kebijakan fiskal nasional sejak tahap awal.

"Mulai dari awal itu menjadi sebuah policy yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas yang harus dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Misbakhun juga meminta publik tidak mengaitkan momentum penyampaian KEM-PPKF dengan kondisi pasar keuangan, termasuk melemahnya rupiah maupun tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Menurut saya jangan ditarik soal situasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan rupiah itu dalam urusan KEM-PPKF," katanya.

Menurut dia, nilai tukar rupiah hanya salah satu variabel dalam asumsi makroekonomi pemerintah dan bukan faktor utama dalam penyusunan kerangka ekonomi nasional.

"Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan tidak ada di sana dibicarakan. Tetapi di KEM-PPKF itu kita akan membicarakan secara makro kerangka ekonomi kita di tahun 2027 itu akan dimulai seperti apa," sambungnya.

Baca Juga: Prof Siti Zuhro: Elit Jadi Penghambat Kemajuan, Visi Prabowo Harus Dibuktikan

Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Disambut Puan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB untuk menghadiri Rapat Paripurna DPR RI.
Kedatangan Prabowo disambut langsung Ketua DPR RI Puan Maharani.

Presiden tampak mengenakan jas hitam, dasi biru, dan peci hitam saat turun dari mobil Maung MV3 Garuda Limousine.

Setibanya di lobi Gedung Nusantara, Prabowo memberi salam namaste kepada Puan sebelum keduanya berjabat tangan dan berjalan menuju ruang paripurna.

Turut menyambut Presiden, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta para pimpinan DPR, di antaranya Sufmi Dasco Ahmad, Sari Yuliati, dan Saan Mustopa.

Kehadiran Prabowo menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya Presiden menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN di hadapan DPR.

Load More