/
Kamis, 08 September 2022 | 21:14 WIB
Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta, Arvin Fibrianto Iskandar. (Suara.com/Achmad Fauzi)

SuaraSumedang.id – Proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) masih berlangsung, diduga dapat mempengaruhi harga properti di Jakarta. Hal itu tidak menjadi persoalan bagi pengembang properti.

Disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) DKI Jakarta Arvin Fibrianto Iskandar, terdapat banyak pengusaha dan masyarakat yang masih membutuhkan hunian apartemen maupun rumah tapak.

Pihaknya menilai perpindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim), tidak berdampak secara signifikan pada properti. Menurutnya penjualan properti di Jakarta tetap menarik meski ibu kota pindah.

Ia juga menilai proyeksi Jakarta di masa yang akan datang, tetap menjadi pusat bisnis di Indonesia.

"Potensi di Jakarta kita yakin optimis tetap menjadi pusat bisnis, pusat investasi tetap di Jakarta. Pusat pemerintahan boleh dipindahkan ke Kalimantan, tapi untuk menjadi bisnis tetap di Jakarta, karena jakarta ini sudah dibentuk kota metropolitan," ujar Arvin di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Menurutnya, nantinya ke depan memang ada pergeseran jenis hunian yang dipilih masyarakat di Jakarta. Arvin memprediksi, masyarakat akan condong memilih hunian vertikal, seperti apartemen.

“Kalau di Jakarta pasti, karena kita lahannya terbatas vertikal tetap prioritaskan, vertical building. Apartemen baik kelas bawah, menengah, atas akan diprioritaskan di Jakarta," ucap Arvin..

Arvin mengungkapkan, kinerja sektor properti juga mulai mengalami perbaikan selama pandemi ini. Bahkan, ia menyebut, penjualan sempat terganggu selama Pandemi Covid-19.

Lantaran itu, ia pun menargetkan, penjualan hingga akhir tahun penjualan properti bisa meningkat hingga 5%. Saat ini, tambah dia, penjualan properti di Jakarta baru naik 3-4%.

Baca Juga: WTON Lebarkan Pasar ke Luar Negeri, Tahun Depan Sasar Kawasan ASEAN

"Karena nggak ada larangan untuk PPKM, ini angin segar buat kita otomatis, kenaikan properti itu kita harapkan walaupun bertahap sedikit ya, kita harapkan apabila bisa dengan adanya inflasi, perang yang di luar itu BBM juga naik, kenaikan 5% dibanding tahun sebelumnya," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berharap, REI bisa mengembangkan banyak hunian vertikal. Sehingga, memfasilitasi aktivitas atau interaksi sosial para penghuni.

“Saya mengajak REI DKI Jakarta untuk berkontribusi dalam penyediaan hunian dengan menyikapi tantangan perubahan iklim melalui pendekatan green infrastructure. Hal ini selaras dengan bahasan Urban 20 terkait penyediaan hunian berkelanjutan," katanya.

Load More