SuaraSumedang.id - Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang, Komar menyampaikan, ada sejumlah kriteria penerima bantuan langsung tunai bahan bakar minyak (BLT BBM).
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM tersebut kriterianya yakni keluarga miskin, dan rentan sosial yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
"Para penerima BLT (BBM) yang disebut sebagai keluarga penerima manfaat ini, merupakan penerima program sembako PKH, dan KPM PKH pemerina non sembako," kata Komar, Selasa (20/9/2022).
Terdapat tiga sumber penerimaan bansos, sebagai berikut:
Pertama, data yang diusulkan oleh aplikasi;
Kedua, data ulusan mandiri masyarakat melaluo laman cekbansoskemensos.go.id;
Ketiga, data setingkat eselon 1 di Kemensos.
"Untuk yang (usulan) mandiri tidak serta merta melakukan pendaftaran disetujui, karena kembali lagi pada verifikasi desa/kelurahan yang lebih tahu kondisi masyarakatnya."
"Kemudian, masuk ke Dinas Sosial untuk diverifikasi selanjutnya diusulkan ke Kemensos, dan yang menentukan adalah pihak Kementerian Sosial itu," ucap Komar.
Baca Juga: Soal Penanganan Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD: Kapolri Tegas tidak Main-main
Menurutnya, semua nama yang masuk di dalam DTKS diolau di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos.
Selanjutnya, setelah diolaj dan disetujui akan diberikan pemilik program yang dalam hal ini adalah Dirjen Pemberdayaan Sosial.
Dari situ, kata Komar munculan jumlah 152.152 KPM dari DTKS untuk Kabupaten Sumedang yang masuk kepada penyaluran termin satu sampai dua, dan lebih dari itu ada satu lagi termin ketiga yang jumlahnya 2.400 KPM.
Pasalnya, dalam tahapan verifikasi kelayakan bantuan sosial, ada dua hal yang harus dilakukan.
Pertama, ada masyarakat yang betul-betul mampi secara sosial ekonomi diusulkan untuk dinonaktifkan dari kepersertaan penerima bansos.
"Kedua, bagi masyarat yang betul-betul layak untuk menerima tapi belum mendapatkannya, bisa diusulkan sehingga balance. Jadi ada penonaktifan ada pula pengusulan baru agar tidak berat sebelah," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Hasil Spanyol vs Arab Saudi: Matador Tanduk Elang Hijau, Lamine Yamal Sejajar Pele
-
Argentina Lawan Austria di Dallas, Kota Terkutuk buat Maradona
-
Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Jepang Juara Piala Dunia 2026? Deretan Rekor Samurai Biru Usai Tebas Tunisia
-
Frenkie de Jong Dihujani Kritik Usai Belanda Menang 5-1 Van Dijk Pasang Badan
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Aksi Bersih-bersih Suporter Jepang Dianggap Munafik, Hajime Moriyasu Sampai Buka Suara
-
Baru 25 Menit Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Mikel Oyarzabal Borong Gol
-
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499