/
Sabtu, 24 September 2022 | 10:02 WIB
Aleix Espargaro; MotoGP Jepang 2022 akhir pekan ini. (Instagram/aleixespargaro)

SuaraSumedang.id - Aleix Espargaro tiba di Sirkuit Motegi, MotoGP Jepang 2022 dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah finis podium di Aragon akhir pekan lalu.

Setelah enam balapan beruntun tak naik mimbar, rider Aprilia Racing itu finis di posisi ketiga berkat manuver terhadap pebalap KTM Brad Binder di tiga lap terakhir GP Aragon.

Hal itu, dilakukannya demi menjaga posisi di peringkat tiga klasemen MotoGP 2022 dengan jarak 17 poin dari sang pemuncak yang diduduki Fabio Quartararo (Yamaha) dengan lima seri balapan tersisa.

Espargaro menjadi satu di antara pebalap yang konsisten pada musim ini, setelah menjaga tren finis 10 besar di 11 balapan terakhir, lima di antaranya berujung podium.

"Senang rasanya berada kembali ke podium. Terlebih lagi, ini menjadi borongan tambahan bagi kepercayaan diri saya," kata Aleix Espargaro.

"Finis di podium, khususnya setelah akhir pekan yang sulit dengan dua kecelakaan pada Jumat, gagal lolos ke Q2. Itu bukan akhir pekan yang muda bagi saya, tapi mampu membawa motor ke podium pada Minggu terasa luar biasa."

Aleix Espargaro mengaku kewalahan di Misano dan Austria, akan tetapi merasa puas dengan performanya dan mampu finis di posisi 6 di sirkuit yang sulit ditaklukannya.

Di Sirkuit Motegi, yang memiliki zona pengereman keras dan sejumlah lintasan lurus, Aprilia akan mewaspadai kemampuan RS-GP di straight-line braking yang menjadi kelemahan mereka.

"Saya rasa di tes Misano, kami sedikit memperbaiki area itu, dan tidak terlalu terkait dengan grip lintasan. Itu juga akan tergantung dari ban belakang apa yang kami gunakan, jadi saya tidak khawatir," ucap Espargaro.

Baca Juga: BRI Liga 1 2022-2023: Hadapi Persija, Persib Dapat Energi Baru

Meski sebagai satu di antara penantang gelar musim ini, Aleix Espargaro kini mengaku lebih santai menjalani kejuaraan jelang akhir musim.

"Pada tengah musim, ketika saya mulai finis di podium pada setiap balapan, saya merasakan tekanan karena saya sadar memiliki sejumlah peluang untuk merebut gelar ini hingga akhir."

"Tapi sekarang, saya sedikit lebih rileks, saya sangat menikmati tahun ini, dengan keluarga ketika saya tidak balapan."

"Juga ketika saya balapan, setiap menit dari tahun ini, saya tidak akan melupakannya, jadi ini lah kenapa saya merasa rileks."

"Saya tahu akan memiliki peluang saya, jadi saya akan mencoba melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan sejak di Qatar; tak membuat kesalahan, sebisa mungkin menikmati, dan rileks."

Sumber:ANTARA

Load More