SuaraSumedang.id - Perkara pembunuhan berencana Brigadir J memasuki babak baru. Sidang obstruction of justice yang menjerat 11 tersangka akan dilakukan pada pekan depan.
Namun, publik menantikan terungkapnya motif Ferdy Sambo hingga nekat menghabisi nyawa Brigadir J alias Nopriansyah Yosua Hutabarat.
Hingga kini, kubu Ferdy Sambo masih tetap ngotot adanya dugaan pelecehan seksual yang diterima Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, di rumah Magelang. Ferdy Sambo menuding Brigadir J menjadi pelaku pelecehan seksual tersebut.
Pengacara Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak kembalu membahas isu dugaan pelecehan seksual tersebut di program Sapa Indonesia Pagi yang tayang melalui kanal YouTube KOMPAS TV.
Martin mengungkapkan dalam persidangan nanti seharusnya fokus pada perkara pelanggaran Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.
"Yang diadili di persidangan nanti kan bukan kekerasan seksual ataupun hubungan segala macam. Yang diadili kan (Pasal) 340. Kalau pun nanti itu terbukti, bukan terbukti secara sah dan meyakinkan, tapi hanya dicantumkan dalam pertimbangan," jelas Martin, dikutip Suara.com, Selasa (11/10/2022).
Bahkan, Martin mengaku memiliki pandangan tersendiri terkait kekerasan seksual yang diduga menjadi pemicu kasus pembunuhan tersebut.
Menurutnya, tak ada saksi yang benar-benar melihat kekerasan seksual yang diduga dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo. Hingga kini, lanjut dia, kesaksian korban hingga hasil asesmen psikiater yang ujung-ujungnya membantu kebohongan Putri.
"Jadi apakah kita mau percaya orang-orang seperti ini?" beber Martin.
Baca Juga: Kuasa Hukum akan Menanyakan Isi Buku Catatan "Hitam" Ferdy Sambo
"Lalu kalau kita ikuti premis mereka, pernah nggak sih kita terbayang kalau sebenarnya, ya mungkin saja yang ingin memperkosa adalah PC?" ia menambahkan.
Dugaan Martin tersebut mendapat atensi publik karena memutarbalikkan narasi yang selama ini berkembang di mana Putri diduga menjadi korban kekerasan seksual.
"Karena ketahuan, dia malu, dia bilang lah sama ajudan-ajudannya kalau dia diperkosa. Pernah nggak terbayang seperti itu?" Katanya.
Dugaan ini bisa saja benar-benar kejadian. Namun, Martin menyayangkan Sambo yang terlalu ringan tangan hingga mudah termakan emosi dan membunuh Brigadir J.
"Cuma di sini konyolnya FS ini main percaya aja mungkin sama istrinya. Harusnya kan ditanya dulu, dipanggil dulu si Yosua ini, (ditanya) bener nggak kamu melakukan ini?" kata Martin.
Martin pun bilang seandainya Ferdy Sambo bisa memberikan ancaman dengan menekan Brigadir J bakal dilaporkan ke polisi apabila tidak mengaku apa yang sebenarnya terjadi.
"Nah ini kan enggak. Langsung ujug-ujug 340 (pembunuhan berencana). Ini yang menurut saya (miris), jenderal macam apa dia ini? Kok bisa jadi Kadiv Propam," ujarnya.
"Ini yang menurut saya kurang adil, karena Yosua itu sudah meninggal. Harusnya Pasal 77, dihentikan penuntutan maupun dakwaannya. Tapi nggak apa-apa lah, kita ikuti lah jalan cerita mereka. Kita lihat nanti," tutupnya. (Sumber: Suara.com)
Berita Terkait
-
Viral Video Pengakuan Anak di Bawah Umur Korban Pelecehan Seksual di Karawang, Netizen Minta Polisi Tangkap Pelaku
-
Kuasa Hukum akan Menanyakan Isi Buku Catatan "Hitam" Ferdy Sambo
-
Lihatlah Kebahagian Ferdy Sambo dan Brigadir J, saat Sayang Berubah Murka, Sedekat Nadi Kini Jauh Seperti Matahari
-
Pengacara Bongkar Misteri Buku Catatan Hitam Ferdy Sambo
-
Makin Rumit, Pengacara Bongkar Dugaan Brigadir J Justru Dilecehkan Putri Candrawathi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Lipstik Matte yang Tidak Bikin Bibir Kering, Tahan Lama dan Tetap Nyaman Dipakai Seharian
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari