SuaraSumedang.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan pada tahun 2022 ini dibandingkan 2021 lalu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang jumlah kasus DBD pada tahun 2022 dari Januari-September total ada 1468 kasus dengan jumlah kematian 14 orang.
Menurut Kabid P2P Dinkes Sumedang, Reny K. Anton jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021 lalu.
"Pada tahun 2021 lalu total ada 1331 kasus dengan jumlah kematian 15 orang," ucap Rendy, Selasa (11/10/2022).
Menurutnya, dari 14 kematian akibat DBD tahun ini tersebar di beberapa daerah, yakni Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Cimalaka, Cisarua, dan Jatinunggal.
"Penyebab kematian akibat DBD ini karena pasien terlambat mendapatkan penanganan medis," kata Reny.
Lebih lanjut, Reny mengatakan, rata-rata pasien meninggal dunia kaibat DBD dibawa ke rumah sakitnya setelah syok, dan sulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Untuk itu, bila ada tanda-tanda DBD seperti demam, dan juga ada bintik-bintik merah di tangan sebaiknya langsung diperiksakan ke fasilitas kesehatan," ujarnya memberi imbauan.
Adapun usia rentan terserang DBD mulai dari 15-44 tahun dan paling banyak. Setidaknya hal tersebut berdasarkan laporkan yang diterima Dinkes Sumedang.
Baca Juga: Pengguna Jalan Tol Cisumdawu Bisa Menikmati Keindahan Gunung Tampomas Sumedang
Reny menyebutkan, alasan mengapa usia ini paling banyak, karena usia tersebut merupakan usia-usia produktif.
"Di usia 15-44 tahun banyak aktivitas yang dilakukan orang di luar rumah seperti sekolah maupun tempat kerja, sehingga sangat dimungkinkan adanya serangan DBD melalui gigitan nyamuk," kata dia.
Selain itu, kata Reny karena banyaknya aktivitas yang dilakukan pada usia 15-44 tahun bukan tidak mungkin daya tahan tubuh juga menjadi berkurang, sehingga rentan terhadap serangan penyakit.
Oleh karena itu, demi menghindari serangan DBD kebersihan lingkungan menjadi satu di antara upaya yang paling efektif dalam pencegahan demam berdarah dengue ini.
"Galakan kembali Jumat bersih atau apalah namanya guna memberantas sarang nyamuk, karena dengan lingkungan bersih, dan tidak membiarkan genangan air, maka nyamuk tidak bisa berkembang biak," ucapnya.
Sumber:Pemkab Sumedang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Mei 2026: Tahan Pemain TOTS OVR 117 Anda, Ini Alasannya
-
Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza
-
Cara Cek Apakah NIK Kita Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan?
-
Saat Kematian Mengajarkan Cara Hidup, Ulasan Buku 'Things Left Behind'
-
Pelatih Sassuolo Buka Suara Soal Kondisi Cedera Jay Idzes Usai Lawan AC Milan
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
-
4 Mei Hari Pemadam Kebakaran Internasional: Kisah Tragis di Balik Seragam yang Pantang Menyerah
-
Pertamina Patok Harga Baru BBM Mei 2026: Pertamax Naik, Dexlite Tembus Rp26 Ribu