- Militer Israel menguasai 59 persen wilayah Jalur Gaza per Mei 2026 meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
- Pemerintah Israel tengah mempertimbangkan usulan pejabat militer untuk memulai kembali operasi tempur berskala besar di Jalur Gaza.
- Eskalasi konflik ini dipicu oleh pergeseran pasukan dari perbatasan Lebanon dan mengancam kondisi kemanusiaan serta infrastruktur di Gaza.
Suara.com - Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 belum sepenuhnya menghentikan operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Militer Israel dilaporkan tengah menyiapkan serangan darat baru, seiring meningkatnya aktivitas pasukan di wilayah perbatasan.
Pergeseran pasukan dari perbatasan Lebanon ke Jalur Gaza menjadi sinyal eskalasi baru di kawasan tersebut.
Pendudukan Wilayah Kian Meluas
Berdasarkan laporan Radio Angkatan Darat Israel pada Minggu (3/5/2026), Israel kini menguasai sekitar 59 persen wilayah Jalur Gaza.
Angka itu meningkat dibandingkan 53 persen sebelum gencatan senjata diberlakukan tahun lalu.
Sementara itu, Hamas mengklaim Israel telah menduduki lebih dari 60 persen wilayah Gaza.
Kondisi ini memicu kekhawatiran akan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.
Militer Tunggu Keputusan Politik
Baca Juga: Drama di Laut Mediterania! Militer Israel Hadang Armada Kemanusiaan Menuju Gaza
Sejumlah pejabat militer senior Israel disebut mendesak dimulainya kembali operasi tempur berskala besar.
"Petinggi militer mendesak dimulainya kembali pertempuran di Jalur Gaza dan meyakini bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk mengalahkan Hamas," demikian laporan radio militer Israel.
Israel juga mulai mengalihkan sebagian pasukan dari Lebanon selatan ke Jalur Gaza.
Selain itu, pengerahan pasukan turut dilakukan di wilayah Tepi Barat untuk mengantisipasi potensi eskalasi.
Saat ini, komando wilayah selatan Israel disebut tinggal menunggu persetujuan dari pimpinan politik di Tel Aviv.
Krisis Kemanusiaan Belum Usai
Rencana operasi baru ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang belum mereda di Gaza.
Sejak konflik pecah, puluhan ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan ratusan ribu lainnya terluka.
Sebagian besar infrastruktur sipil di Jalur Gaza juga mengalami kerusakan parah akibat serangan berkepanjangan, demikian Antara.
Berita Terkait
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina
-
Konvoi Global Sumud Tembus Blokade Israel, Lanjutkan Misi Kemanusiaan ke Gaza
-
Palestina Ajukan Banding ke CAS Lawan Keputusan FIFA Terkait Klub Israel di Wilayah Pemukiman Ilegal
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026