- Amerika Serikat memberikan respons melalui Pakistan terkait proposal perdamaian 14 poin yang diajukan oleh pemerintah Iran.
- Pemerintah Iran saat ini sedang meninjau balasan Amerika Serikat tersebut untuk menentukan langkah diplomatik selanjutnya di Timur Tengah.
- Negosiasi ini fokus pada penghentian konflik militer, kompensasi, dan aturan pelayaran, tanpa membahas isu program nuklir Iran.
Suara.com - Iran mengklaim Amerika Serikat telah merespons proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Teheran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Respons tersebut disampaikan Washington melalui Pakistan sebagai mediator pihak ketiga.
Pemerintah Iran kini tengah mempelajari isi balasan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Negosiasi Tak Sentuh Isu Nuklir
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengonfirmasi perkembangan itu pada Minggu (3/5).
"AS telah memberikan tanggapan kepada Pakistan atas proposal 14 poin Iran, dan pihak berwenang Iran saat ini sedang meninjau tanggapan tersebut," kata Baghaei.
Ia menegaskan, pembahasan kali ini tidak mencakup program nuklir Iran.
Menurut Teheran, isu pengayaan uranium sengaja dikesampingkan agar negosiasi lebih fokus pada upaya menghentikan konflik militer.
Pakistan Jadi Mediator
Baca Juga: AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
Keterlibatan Pakistan sebelumnya diungkap Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.
Islamabad dipercaya menjadi perantara karena hubungan diplomatik langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih terputus.
Proposal 14 poin tersebut tidak hanya berisi rencana gencatan senjata.
Iran juga memasukkan tuntutan kompensasi kepada Amerika Serikat atas konflik yang terjadi.
Selain itu, Teheran mengusulkan pembentukan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.
Langkah ini dinilai dapat menjadi awal baru bagi upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B
-
Kemensos-PKP Terjun ke Pasuruan untuk Cek Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Tak Layak Huni
-
Misteri Kakek 75 Tahun Tewas Tergantung di Taman Pramuka, Barang Berharga Masih Utuh
-
Mencekam! Eksekusi Hotel Sultan Berujung Hujan Batu, 119 Orang Digelandang Polisi
-
Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal
-
Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Kemensos Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
-
Ancaman El Nino Berpotensi Picu Krisis Ekonomi, Pemerintah Diminta Waspada
-
AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina
-
PKB Sentil PDIP, Minta Sikap Politik Tegas Tak Abu-abu: Kalau Oposisi Ya Oposisi