SuaraSumedang.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manuia (Komnas HAM) mendapatkan laporan mengenai dugaan penghentian pengobatan terhadap para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Oleh sebab itu, Komnas HAM kini tengah menelusuri terkait dugaan penghentian biaya pengobatan terhadap korban Tragedi Kanjuruhan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Beberapa hari lalu kami diberitahu oleh teman-teman Aremania, dan sedang kami telusuri," kata Mohammad Choirul Anam, pada Senin (17/10/2022).
Menurut Anam, apabila informasi tersebut benar adanya, maka tindakan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim itu sangat disayangkan.
Terlebih, kata Anam, korban luka-luka dalam Tragedi Kanjuruhan tersebut sangat banyak, dan membutuhkan biaya pengobatan.
Saat awal kejadian, berbagai pihak mengkonsolidasi tentang banyaknya korban yang meninggal dunia, sementara korban luka-luka tidak terlalu diperhatikan.
Padahal, lanjut Anam, jumlah korban luka-luka dalam Tragedi Kanjuruhan sangat banyak, belum termasuk yang tidak melaporkan diri sebagai korban.
Setelah insiden tersebut, Komnas HAM langsung bertolak ke Malang, Jawa Timur, dan berkoordinasi dengan para korban termasuk menyarankan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar.
Namun, dengan adanya dugaan penghentian pembiayaan oleh Pemprov Jatim tersebut, pihak RSUD dr. Saiful Anwar langsung menghentikan perawatan bagi korban luka yang dirujuk ke sana.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Ungkap Kunci Sukses Gusur Fabio Quartararo dari Puncak Klasemen MotoGP 2022
"Jika benar, kami minta ini dievaluasi ulang," kata Anam.
Desakan itu harus disikapi dengan bijaksana, mengingat jumlah korban luka sangat banyak, dan ada pula korban luka yang hingga kini masih terus terjadi.
"Misalnya, luka mata yang tidak hanya merah melainkan juga kecoklatan, dan kehitaman, dan itu masih butuh perawatan," kata dia.
Anam pun berharap setiap korban dalam Tragedi Kanjuruhan mendapat pengobatan atas kejadian yang dialaminya.
Berdasarkan informasi yang diterima Komnas HAM, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemprov Jatim bersedia menanggung semua biaya pengobatan korban Tragedi Kanjuruhan.[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Dua Sekolah Rakyat Permanen di Pasuruan Siap Gelar Open House pada Juli
-
Jakarta Janjikan Kawasan Pedestrian Modern Bebas Genangan di Rasuna Said
-
Tentara Israel Tewas Terbunuh di Ledakan Dahsyat di Lebanon, Belasan Lain Luka Parah
-
Daftar Raja Assist Piala Dunia Sepanjang Masa: Lionel Messi dan Diego Maradona Berbagi Rekor
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
DPRD Kritik Kesiapan Liburan di Jogja, Wisatawan Terancam Kesulitan Akses ke Malioboro
-
Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?
-
Akhirnya! Amerika Serikat dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta