/
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 12:24 WIB
Ilustrasi jamaah Indonesia di Mekah. (Suara.com)

SuaraSumedang.id - Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam menerangkan, bahwa saat terjadi kecelakaan tidak ada anggota jemaah umrah yang meninggal.

Namun, kata dia, satu orang dilaporkan mengalami luka berat. Hal ini, menyusul kabar bus yang membawa rombongan jamaah umrah Indonesia mengalami kecelakaan tunggal.

Peristiwa itu terjadi saat dalam perjalanan dari Jeddah ke Mekah, pada Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Sopir bus serta muthawif (pembimbing ibadah) yang membawa 50 anggota jamaah umrah Indonesia dilaporkan meninggal. Keduanya adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

"Jamaah umrah Indonesia tidak ada yang meninggal. Ada lima jamaah yang mengalami luka ringan, terdiri atas tiga jamaah perempuan, dan dua jamaah laki-laki serta satu luka berat," kata Nasrullah, Jumat (28/10/2022) dikutip dari ANTARA.

Menurut Nasrullah, jamaah yang mengalami luka berat langsung dibawa ke ICU RS An-Nur Mekah.

Hingga kini kondisinya berangsur membaik, dan diperkirakan dapat segera keluar dari rumah sakit dalam waktu dekat.

Sedangkan, jamaah umrah yang selamat dan mengalami luka ringan, saat itu juga dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel mereka di Mekah.

Sebanyak 49 anggota jemaah umrah ini juga sudah melaksanakan umrah. Rombongan 50 anggota jamaah umrah ini berangkat melalui Travel Mubina (Muassasah Abu Sarhad).

Baca Juga: KAMI-Ganjar Mendoakan Jokowi Menjadi Ketum PDIP di 2024

Mereka mendapat di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah sekitar pukul 19.00 WAS. Sekitar pukul 21.00 WAS, mereka diberangkatkan dari Bandar King Abdulaziz Jeddah menuju Mekah.

"Jamaah rencananya akan tinggal di Mekah sampai 3 November 2022. Setelah itu, mereka akan ziarah ke Kota Madinah."

"Setelah empat hari di Madinah, jamaah direncanakan akan pulang ke Indonesia pada 8 November 2022," katanya.(*)

Sumber:ANTARA

Load More