SuaraSumedang.id - Video Jockey atau VJ Daniel Mananta menyampaikan pendapatnya soal patung Yesus terdapat roh jahat yang disembah manusia dan dibuat oleh manusia.
Namun, pendapat Daniel Mananta itu rupanya menuai pro dan kontra, sejumlah orang sepaham dengannya ada pula yang mengingatkan jangan merasa benar.
Di balik itu, rupanya Daniel Mananta mengakui sepakat dengan lima poin dari pendapat Ustadz Abdul Somad atau UAS.
Sebagaimana dilansir dari video dari akun TikTok pribadinya, satu di antara poin yang disepakati Daniel Mananta mengenai adanya roh jahat dalam patung yang disembah manusia.
Daniel Mananta Ikuti Kajian UAS
"Ternyata gue juga setuju sama UAS (Ustadz Abdul Somad) soal ini, bahwa kalau gue mungkin menyebutkan ada unclean spirit (roh jahat) di patuh. Ketika patung yang dibuat manusia disembah," kata Daniel.
Menurut Daniel Mananta, poin tersebut yang menyebutkan ada roh jahat di patung atau berhala dikhususkan bagi umat Nasrani.
Eks host Indonesian Idol itu mengingatkan kepada umat Nasrani untuk membaca Yesaya 44 ayat 13-20 sebelum mendengarkan penjelasannya.
"Tunggu dulu, sebelum elo mau komentar, elo harus baca dulu. Ini buat orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus, gue pengen kalian baca dulu Yesaya 44 ayat 13 sampai 20 baru lu bisa komentar di bawah. Sebelum elo baca itu, jangan komentar dulu," kata dia.
Daniel Mananta pun menerangkan, bahwa ada satu buku sejarah yang menceritakan soal usaha Raja Nebukadnezar saat mencari tahu wujud Yesus.
"Gue pengen ngomong sama umat Nasrani ya, ini tercatat dalam buku sejarah ya, Nebukadnezar itu penasaran banget, seperti apa sih bentuk atau wajah dari Tuhannya Bangsa Israel."
Potret UAS bersama Daniel Mananta dan istri
"Sehingga dia dengan beraninya masuk ke satu ruangan, yang ini ruangan paling suci di situ, Ruang Mahakudus," kata Daniel Mananta.
Menurut VI Daniel, ruangan suci yang dimaksud dalam buku sejarah itu tidak bisa dimasuki sembarang orang.
Bukan hanya orang yang tidak sengaja masuk ruangan suci itu bisa langsung meninggal bila mana tidak menyucikan diri atau menyembelih kurban.
Daniel Mananta mengatakan hal itu tertera dalam perjanjian lama. Dalam usaha mencari wujud Yesus itu, kata Daniel, Raja Nebukadnezar menemukan tempat ibadah yang dilindungi malaikat.
"Raja Nebukadnezar dengan kurang ajar masuk ke dalam ruangan tersebut. Dia menemukan tempat beribadah. Di atasnya kayak ada Malaikat Cherubim dan habis itu Malaikat Cherubim itu ada dua ngejagain apa? ngejagain siapa?," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan