SuaraSumedang.id – Publik dihebohkan dengan beredarnya sebuah video warga di Sumatera Utara (Sumut) gotong jenazah sebrangi sungai diberbagai media sosial.
Video tersebut turut dibagikan oleh sebuah akun Facebook Abdul Nst Rabu (14/12/2022), memperlihatkan perjuangan warga di Sumut mengantarkan jenazah ditempat peristirahatan yang terakhir.
Terlihat warga setempat harus menyebrangi sungai untuk mengantarkan jenazah hingga sampai ketempat peristirahatan yang terakhir.
Dari berbagai informasi yang dihimpun, video tersebut terjadi di Dusun Aek Pala, Desa janji Kecamatan Billah Barat Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Diketahui warga harus menyeberang sungai saat hendak mengantar jenazah keperistrahatan yang terakhi lantaran tidak ada akses jembatan.
Viralnya video tersebut, turut dikonfirmasi kebenarannya oleh warga setempat Zainal Siregar jika peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/12/2022), sembari menuturkan jika aksi pengantaran jenazah yang menyebrangi sungai bukan kali pertama ini terjadi.
"Sudah lama itu pak, sebelumnya pakai perahu. Tapi karena perahunya rusak, terpaksa menyebrangi sungai dengan berjalan," kata Zainal. Dikutip dari Suarasumut.id pada (14/12/2022).
Aksi tersebut harus dilakukan oleh warga, sebab jika mengikuti akses jalan darat jaraknya terlampau jauhu dibanding dengan menyebrangi sungai.
"Ya memang seperti itu pak apanya (kondisinya). 130 rumah tangga, kami masyarakat Dusun Aek Pala ini pak memang sangat membutuhkan supaya rambing (jembatan) dibangun di tempat kami ini pak," terangnya.
Baca Juga: Strategi Hyperlocal GOTO Lewat Tokopedia Tingkatkan 147% Transaksi UMKM Lokal
"Kalau masalah rambing, sejak ada kampung ini memang nggak ada rambing. Itu getek, punya perseorangan pak. Cuma kalau untuk menyeberangkan jenazah memang bisa dipakai, tapi untuk saat ini memang rusak itu pak," sambungnya.
Besar harapan warga setempat agar pemerintah bisa membangun jembatan di wilayah mereka demi akses masyarakat lebih mudah.(*)
Artikel ini sebelumnya telah tayang di SuaraSumut.id dengan judul "Viral Warga di Sumut Terpaksa Gotong Jenazah Seberangi Sungai karena Tak Ada Jembatan"
Berita Terkait
-
Viral Warga di Sumut Terpaksa Gotong Jenazah Seberangi Sungai karena Tak Ada Jembatan
-
Warga Gunung Menanti Meninggal dengan Luka Sayatan di Leher, Ditemukan Pisau di Dekat Jasad Korban
-
Teman Ganjar Sebut Anies Baswedan Gagal Bahagiakan Warga DKI Jakarta, Kok Bisa?
-
Tragis! Kebakaran Rumah di Agam Renggut Nyawa Seorang Perempuan Lansia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
5 Film Baru di Bulan April, Ada The King's Warden dan Project Hail Mary
-
Kimberly Ryder Soroti Biaya Mahal RS, Ungkap Alasan Melahirkan di Bidan
-
Kasus Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Tuntut Transparansi dan Sanksi Tegas
-
Ambisi Lampung Jadi Raja Hilirisasi Sumatera: Strategi 4 Kawasan Industri Raksasa Penopang Ekonomi
-
Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok
-
Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut
-
Mobil Listrik Jaecoo Buatan Negara Mana? Cek 4 Tipe Terlaris, Harga Mulai Rp200 Jutaan
-
Pasar Otomotif Nasional Lesu Angka Penjualan Mobil Maret 2026 Kembali Terjun Bebas
-
Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran