SuaraSumedang.id – Berita perselingkuhan antara suami norma dengan mertuanya sampai saat ini masih hangat diperbincangkan.
Pasalnya sang istri Norma Risma turut membeberkan scandal perselingkuhan suaminya Rozy Zay dengan ibu kandungnya di podcast Denny Sumargo.
Bahkan saat proses penggerebekan Rozy Zay dengan mertua Rihanah Anah turut diceritakan oleh Norma Risma.
Seolah tak ingin disudutkan, Rozy Zay akhirnya mengungkapkan kronologi versi dirinya saat penggerebekan itu terjadi.
Rozy tak membantah jika saat itu sang mertua berada di kontrakannya, keberadaan sang mertua ke rumah kontrakan dilatarbelakangi untuk curhat terkait Norma Risma.
Mau cerita tentang NR ini. Mau curhat doang sih sebenarnya nggak ada niat apapun," ujar Rozy Zay dalam sebuah wawancara yang dikutip dari akun Youtube RCTI Infotainment, Rabu (4/1/2023).
Menurut cerita Rozy saat terjadi penggerebekan di rumah kontrakannya bukan sedang main kuda-kudaan, melainkan ia sedang mandi sedangkan ibu mertua berada di kamar.
"Jadi saya itu masuk ni di dalam kontrakan, nggak ada siapa siapa kan. Nah saya kan kronologinya ibu saya di kamar saya tuh lagi di kamar mandi, lagi kencing, saya juga kaget tiba-tiba ada warga, buka aja gitu," papar Rozy Zay.
Lantaran digeruduk warga, ia mengaku panik dan membantah jika dirinya tak berbuat zinah, kemudian usai digerebek ia masih berada di kontrakan tidak melarikan diri.
Baca Juga: Ini Peran Dirut Bakti Kominfo dalam Kasus Dugaan Korupsi Penyediaan BTS
"Setelah itu ramai kan pak, saya juga panik kan yang namanya pasti orang-orang nyangkanya perzinahan ini, tapi semua itu nggak benar, nah saya panik, saya tuh nggak kabur, itu kan ada kata 'saya perzinahan' ini itu semuanya salah," ungkap Rozy.
Salah satu warga yang ikut melakukan penggerebekan Rozy dengan ibu mertua Sofan yang merupakan Ketua Pemuda setempat turut memberikan keterangan.
Dari keterangan Sofan, ia bersa dengan empat orang melakukan penggerebekan Rozy Zay dengan ibu Norma Risma di rumah kontrakan.
Hal ini dilakukan usai mendapat laporan dari warga setempat antaran curiga dengan gerak gerik mertua dan menantu.
"Karena ada laporan dari warga setempat akhirnya saya sama teman 4 orang saya dorong saya dobrak posisinya seperti itu (tidak pakai baju), posisi perempuannya, laki laknya cuma pakai celana kolor lari ke kamar mandi," ucap Sofan.
Lebih lanjut ia menjelaskan kondisi saat penggerebekan.
"Waktu penggerebekan jelas panik karena posisi dia berdua di ruangan apalagi dengan posisi pintu terkunci alasanya katanya gerah. Cuma kalua gerah nggak masuk akal juga antara menantu sama mertua posisi satu ruangan tertutup," katanya (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot