SuaraSumedang.id - Ibunda dari Abidzar Al Ghifari, yakni Pipik Dian Irawati mengatakan, bahwa dirinya selalu memberikan batasan kepada sang putra saat pengambilan adegan dalam film.
Bahkan, menurut Pipik Dian Irawati putranya selalu memberitahu dirinya terlebih dahulu ketika mendapat tawaran bermain film atau serial.
Sehingga, istri mendiang Ustadz Jefri Al Buchori (Uje) itu selalu memantau dan membaca skrip yang akan diperankan oleh Abizar.
"Oh iya (memberikan batasan adegan untuk Abizar). Baik itu film atau serial, semuanya saat dia dapat tawaran, dia kasih tahu dulu ke saya. Ada skrip misalnya, saya baca dulu," kata Pipik saat ditemui pada acara Gala Premier "Balada Si Roy, di Jakarta Selatan, seperti dikutip dari ANTARA.
Selain itu, ia mengatakan sangat membatasi Abizar terlebih jika ada adegan vulgar dalam suatu film atau serial yang akan diperankan putranya itu.
"Saya bilang sama manajemennya, kalau ada adegan yang vulgar, tolong digantiin. Pakai stuntman. Dan mereka mengiyakan," katanya.
Kemudian, Pipik mengatakan, dirinya sudah berpesan kepada Abizar untuk menjadikan dunia hiburan sebagai jalan dakwah.
Pipik pun mengaku bangga, meski Abizar kini disibukkan dengan proses syuting tetapi putranya itu tidak lupa untuk selalu beribadah.
"Saya bilang, kalau sudah terjun ke dunia hiburan, jadikan dunia kamu sebagai jalan dakwah kamu. Jangan kamu merasa lebih baik. Tapi, dengan cara kita berbicara hal-hal baik 'kan bisa sebagai dakwah," kata Pipik.
Baca Juga: Lukas Enembe Ditangkap KPK, Dokter Pribadi dan Tim Kuasa Hukum Hari Ini Bertolak ke Jakarta
"Alhamdulillah, di syuting ini, saya banyak dapat informasi dari orang-orang sekitar tempat dia syuting di Banteng. Selagi break, dia sering pegang Alquran, dibaca," tambahnya.
Abidzar Al Ghifari sendiri merupakan anak kedua dari pasangan Pipik Dian Irawati dan almarhum Ustadz Jefri Al Buchori.
Abidzar sendiri ditunjuk untuk memerankan karakter Roy dalam Balada Si Roy. Film yang diangkat dari novel karya Gol A Gong itu berkisah tentang Roy yang merupakan murid baru pemberontak, yang harus beradaptasi dengan kehidupan barunya di kota pesisir kecil.
Perjuangannya di kota kecil membawa dirinya pada perjalanan pencarian jati diri, persahabatan, cinta, dan menunjukkan wajah asli masyarakat Indonesia di tahun 1980-an.
Kala itu, novel tersebut cukup sukses dan banyak dikenal masyarakat Indonesia. Bahkan, saat itu novel Balada Si Roy sudah terjual hingga lebih dari 300 ribu eksemplar.(*)
Sumber:ANTARA
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Pertanian di Jogja Naik, Pemda DIY Siapkan Pemetaan Dampak ke Petani
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
Real Madrid Umumkan Jose Mourinho usai Pertandingan Lawan Athletic Club
-
Diseret Isu Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah: Namaku Clickbait Banget
-
Cristiano Ronaldo akan Jadi Pemain Pertama yang Tampil di 6 Edisi Piala Dunia
-
Banjir Hadiah di Indogrosir Padalarang dan Sembako Gratis dari BRI!
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Warga RW 11 Kayumanis Bogor Pasang Spanduk Protes, Tegas Tolak Proyek PSEL di Pemukiman
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak