/
Senin, 16 Januari 2023 | 20:35 WIB
Isu Syahrini jadi pelakor hingga bocor video syur dan foto hot istri Reino Barack begini faktanya (Youtube Kabar Selebriti)

SuaraSumedang.id – Sosok artis Syahrini terus diterpa isu miring, usai tersebar diduga chat dewasa milik istri Reino Barack dengan seorang pria kini muncul isu jadi pelakor.

Tak cuam itu, bahkan beberapa isu mencuat jika ada video syur dan foto hot yang diduga diperankan oleh Syahrini yang telah beredar ke publik.

Seakan aib Syahrini atau sering disapa sebagai Incess ini dikuliti secara habis-habisan dan seolah dibikin satu persatu mencuat ke publik.

Informasi ini mencuat pertama kali diposting oleh kanal YouTube Kabar Selebriti yang dipublish pada 14 Januari 2023 dan kini ramai diperbincangkan.

Video yang diunggah memiliki durasi 5 Menit 4 detik lengkap dengan gambar seperti Syahrini sedang mencium pipi seorang pria.

Tak ketinggalan bagian tengah memperlihatkan sosok perempuan yang sedang begituan dengan pria namun wajahnya di sensor, seolah menjadi semakin meyakinkan dengan keterangan yang diberikan.

"Hot News!!! Isu Pelakor Kembali Mencuat. Satu Per Satu Aib Inces Terkuak ke Publik," tulis di keterangan tersebut, dikutip pada Senin (16/1/2023).

Lebih lanjut judul yang diberikan oleh akun diatas juga tak kalah bombastis.

"Aib Inces Syahrini Semakin Terbongkar, Foto Hot hingga Video Syur Tersebar!!," tulisnya.

Baca Juga: Sejak Pandemi 2020, Penjualan Mobil Astra dan Nasional Catat Pertumbuhan Tertinggi pada 2022

Akan tetapi setelah dilakukan penelusuran mendalam terkuak sebagaimana berikut fakta sesungguhnya.

Video yang diunggah kurang begitu jelas sehingga tidak bisa membuktikan 100 persen merupakan Syahrini.

Video tersebut memang menampilkan sosok seorang perempuan yang konon telah mengenal Incess.

Lantas menerangkan jika Istri Reino Barack kala masih duduk di bangku SMA telah berhubungan dengan pria yang telah beristri.

Kemudian ada pengakuan dai akun Instagram yang klaim memiliki bukti video syur dan foto hot Syahrini.

Walaupun demikian, hal tersebut belum bisa diyakini, lantaran rujukan yang digunakan tidaklah kuat.

Load More