SuaraSumedang.id - Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi mengatakan, bahwa MDS (20) menggunakan pelat nomor palsu.
Mobil berjenis Jeep Rubicon digunakan anak pejabat Ditjen Pajak, yang melakukan penganiayaan di Jakarta Selatan itu berasalan untuk hindari tilang elektronik.
Pelaku memakai nomor polisi pada kendaraan B 120 DEN, pada nomor asli dari mobil tersebut adalah B 2572 PBP.
"Pengakuan tersangka, untuk menghindari e-tilang," kata APK Nurma Dewi, dikutip dari PMJ News, Jumat (24/2/2023).
Menurut Nurma, saat ini Satlantas Polres Jakarta Selatan tengah mendalami sejak kapan MDS menggunakan plat nomor polisi palsu tersebut.
"Itu sedang didalami Satlantas," katanya.
Polisi sebelumnya telah menetapkan MDS sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap anak satu di antara pengurus GP Ansor di kawasan perumahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
"Kami akan mengusut tuntas kasus ini sesuai SOP yang berlaku," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Menurut Ade, tersangka akan dikenakan dengan Pasal 76c juncto Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022, tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 ayat 2 tentang Penganiayaan Berat.
Baca Juga: Rincian Harta Jumbo Rafael Alun Trisambodo, Naik Rp 35 Miliar Dalam 10 Tahun!
"Ancaman hukumannya pidana maksimal lima tahun. Untuk tersangka MDS telah ditahan," kata Ade.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mobil Hangus Terbakar di Perumahan Kota Bunga Cipanas, Api Diduga dari Gardu Listrik
-
Update Arus Lebaran 2026: Kemacetan Mengular dari Cikaledong hingga Cagak Nagreg Malam Ini
-
Bukan Cuma Zoro! 8 Karakter Anime yang Pernah Dihidupkan Mackenyu Arata
-
Duduk Perkara Oknum Wartawan Peras Kepala Lapas Pekanbaru, Akhirnya Ditangkap
-
Antrean BBM Panjang di Pontianak, Warga Sudah Resah: Benarkah Tidak Langka?
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
Nyawa Ibu dan Bayi Taruhannya, Polisi di Bogor Buka Jalan di Tengah Lautan Kendaraan Lebaran
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI