SuaraSumedang.id - Kembali trending di twitter, nama Jerome Polin kembali bikin heboh media sosial.
Sebuah video beredar di medsos, memperlihatkan Jerome Polin sedang berjoget - joget dengan menggunakan pakain dokter.
Pada video yang beredar disematkan tulisan "Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin", dikutip dari akun twitter @rizkahasanah.
Viralnya video Jerome Polin ini disebut - sebut, kalimat yang disematkan saat membuat video joget - joget itu dinilai kurang pantas.
" Ngeliat kemaren pasien meninggal di dpn mataku, dan bilang ke keluarganya kalo harus dilepas monitor & O2 mask nya and my supervisor literally said those words… and seeing this insensitive influencer making fun of it. Wow, no wonder everyone hates you," cuitan dari @rizkahasana.
@rizkahasana juga membagikan protes salah satu akun yang menyebutkan jika Jerome Polin tak seharusnya lakukan hal tersebut, hingga singgung rasa empati dan nurani.
Sontak saja, aksi Jerome Polin ini langsung menuai komentar pedas dari warganet, terutama mereka yang berprofesi di bidang kedokteran.
Postingan akun @rizkahasana sudah di lihat 5M, 9432 Retweets dan 44.6K like.
Berikut sederet komentar warganet yang memprotes aksi Jerome Polin di twitter.
Baca Juga: Pelaku Begal Terhadap Driver Ojol yang Tewas di Kubu Raya Berhasil Ditangkap
"Kalimat di video itu biasanya kami sampaikan kepada keluarga saat pasien sudah mendekati akhir hayat & semua upaya untuk coba menolong pasien sudah dikerahkan.
Rasanya kurang pas/kurang pantas dibawa ke konteks lain. Apalagi pake joget-joget.
Mohon untuk lebih peka & hati-hati," komentar @dr_koko28
"Bdw postingan itu dari konten ig si dokter farhan, memang si konteksnya diluar konten edukasi kesehatan karena ada unsur candaannya, cuman kurang etis aja gitu kata2 sensitif yg biasa dilontarkan dokter ketika udh berjuang dititik akhir trus dijadiin jokes," lanjut @jayclentzz
"Konten atau statusnya mirip dengan Bapak Mahfud tempo hari. Niatnya mungkin bercanda, tetapi terkesan tidak pantas dan bukan pada tempatnya," komentar @JBMULYAD1.(*)
Berita Terkait
-
Jerome Polin Dikecam Nakes, Manajer dan Calon Dokter Pembuat Konten Minta Maaf
-
Foto Asusila Oknum Pemuka Agama Hindu Tersebar, Ketua PHDI Bali : Kami Kecewa
-
7 Seleb yang Ternyata Anak Pendeta, Ada yang Pilih jadi Mualaf
-
Sadis! Agnes Diduga Psikopat : Merekam hingga Foto Selfie di atas Tubuh David yang Berlumuran Darah
-
CEK FAKTA: Heboh Video Panas 45 Detik Mirip Amanda Manopo Pemeran Andin dalam Ikatan Cinta Eks Lawan Akting Arya Saloka
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi