SuaraSumedang.Id - Polisi di Hongkong terus mencari bukti kasus mutilasi terhadap sosialita Abby Choi (28).
Setelah menangkap 5 orang termasuk empat anggota keluarga mantan suami Abby Choi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti tubuh korban, polisi kembali melakukan pencarian intensif.
Menurut media Hongkong HK01, sepanjang Rabu 1 Maret, polisi yang kebanyakan detektif kembali mendatangi Desa Lung Mei, Tai Po ke tempat kejadian perkara mutilasi.
Polisi dilaporkan pergi ke rumah-rumah terdekat lokasi kejadian, untuk membagikan kuesioner kepada warga.
Polisi berharap warga yang mendengar suara mencurigakan pada hari kejadian, segera lapor.
Pada saat bersamaan, sejumlah petugas kembali melakukan pencarian bagian tubuh Abby Choi yang belum ditemukan dan barang bukti lain ke TPA Ta Kwu Ling.
Hal itu dilakukan karena berdasarkan keterangan, beberapa tersangka diketahui pernah datang ke TPA, di hari diduga Abby Choi dimutilasi.
Dalam ketarangannya kepada media, Inspektur Polisi Chung Ya-lun dari Departemen Kriminal Daerah Kowloon Barat mengatakan bahwa petugasnya diminta untuk mencari barang bukri di tumpukan sampah, dengan melakukan penggalian di areal yang cukup luas.
"Semua itu dilakukan untuk mencari barang bukti," katanya.
Baca Juga: Hasil IBL 2023: Satria Muda Selesaikan Seri Solo dengan Dua Kemenangan
Namun sejauh ini, polisi belum mengkonfirmasi hasil pencariannya kepada media.
Sebelumnya polisi mengungkap kasus mutilasi yang menimpa Abby Choi alias Cai Tianfeng pada 24 Februari setelah menerima laporan irang hilang.
Saat itu polisi menemukan beberapa bagian tubuh di rumah desa di Desa Lung Mei, Tai Po.
Pada pencarian berikutnya, 26 Februari, polisi kembali menemukan barang bukti berupa kepala di panci sup.
Polisi hingga saat ini belum menemukan kedua tangan almarhum dan bagian tubuh utama.
Lima orang sudah ditangkap dan didakwa dalam kasus itu karena diduga terlibat.
Mereka adalah Kwong Gangjie (supir, 31 tahun), Kwong Qiu (pensiunan, 65 tahun), Li Ruixiang (pensiunan, 63 tahun, perempuan) dan Kwong Gangzhi (pengangguran, 28 tahun), yang tiada lain mantan suami dan keluarganya. ***
Berita Terkait
-
Inilah Pemilik Hak Waris Harta Abby Choi, Model Hongkong yang Dimutilasi, Keluarga Mantan Suami Terduga Pelaku Bisa Menerima...
-
Fakta Mengejutkan Mantan Suami Abby Choi dan Keluarganya, Wajar Jika Mereka Jadi Tersangka!
-
Fakta Kasus Pembunuhan Abby Choi Terbaru, Sejak Hilang hingga Sidang Ditunda karena Kurang Bukti
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pengeroyokan
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar