SuaraSumedang.id - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin membenarkan adanya pengurangan kuota pupuk bersubsidi musim tanam 2023.
Menurut Sajidin, pengurangan kuota pupuk bersubsidi tersebut terjadi secara nasional, dan bukan hanya di Sumedang.
Sajidin menerangkan, dampak pengurangan kuota pupuk bersubsidi itu akibat perang Rusia-Ukraina.
"Pengurangannya terjadi secara nasional, bukan hanya terjadi di Sumedang. Ini juga sebagai dampak perang Rusia-Ukraina," kata Sajidin, Jumat (10/3/2023).
"Di mana bahan baku pupuk datang dari negara tersebut, dan tahun ini pupuk subsidinya hanya ada dua jenis, yaitu Urea dan NPK," tambahnya.
Lebih lanjut, Sajidin mengatakan, untuk alokasi pupuk khususnya Urea di Sumedang untuk musim tanam 2023 sebanyak 20 ribu ton pupuk bersubsidi.
Sementara pada tahun 2022 lalu, dari alokasi 30 ribu ton yang terserap hanya 16 ribu ton pupuk jenis Urea tersebut.
"Ini juga mungkin yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, kenapa kuota pupuk subsidi tahun 2023 di Kabupaten Sumedang saat ini berkurang, karena di tahun 2022 tidak terserap seluruhnya," ucap Sajidin.
Ia menjelaskan, banyaknya pupuk bersubsidi yang tidak diserap oleh petani di tahun 2022 lalu, mungkin juga disebabkan daya beli petani saat itu rendah sebagai dampak ekonomi.
Baca Juga: Dari GJAW 2023: Menko Bidang Perekonomian Harapkan Total Transaksi Pameran Otomotif Tercapai
"Banyaknya pupuk yang tidak terserap ini juga akan menjadi dilema bagi pihak distributor, dan akan berdampak pada pengurangan distribusi pupuk selanjutnya," katanya.
Menurut dia, terjadinya pengurangan kuota pupuk subsidi pada kartu tani terjadi juga, karena saat ini kuota didasari atas e-lokasi bukan atas dasar e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok).
Namun secara umum jelas Sajidin, ketersediaan pupuk di Kabupaten Sumedang masih aman, karena selain pupuk bersubsidi ada juga pupuk non-subsidi.
"Tentunya kami juga akan terus melakukan evaluasi atas hal ini, sehingga ke depannya kebutuhan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan," kata dia.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
-
5 Pengharum Ruangan Wangi Premium Tahan Lama, Sensasi ala Hotel Mewah Bikin Betah
-
Ancaman PMK Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban