SuaraSumedang.id – Menghebohkan publik, beredar sebuah unggahan video dengan narasi yang seolah mengatakan jika ketua LPSK Drs. Hato Atmojo Suroyo, M.Krim yang diamankan pihak berwajib.
Drs. Hato Atmojo Suroyo, M.Krim yang menjabat sebagai ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban konon menerima amplop dari Ferdy Sambo.
Hal ini mencuat usai adanya unghaan video kanal YouTube ANAK LORONG dengan memberikan judul berikut, "Malam Ini ! Ketua LPSK Langsung Ditangkap, Setelah Terbukti Terima Amplop Dari Ferdy Sambo."
Kemudian dalam thumbnail terlihat Ronny Talapessy menunjukkan HP dengan gambar bukti transaksi struk Bank BCA.
Kemudian ada Ferdy Sambo dan Putry Candrawati dalam jeruji besi dan ketua LPSK menggunakan baju oranye seolah memegang uang dalam amplop.
Video tersebut yang mencapai 32 ribu kali sejak pertama kali diunggah sampai saat ini, lantas bagaimanakah kebenarannya, mari cek fakta sebagai berikut.
Unggahan video akun tersebut memiliki durasi 3 menit 57 detik, pada menit awal nampak menampilkan Ronny Talapessy yang saat itu menjadi pengacara Bharada E.
Kemudian sang pengacara menuturkan jika menyayangkan LPSK mencabut perlindungan kepada Bharada E selaku kliennya.
"Menurut saya keputusan ini cukup tidak bijaksana dan merugikan tak terpenuhinya hak hukum dari Eliezer," ujar Ronny dalam video tersebut.
Baca Juga: Sandra Dewi Ogah Pamer Kekayaan di Media Sosial, Malah Diejek Warganet, Kenapa?
Lantas sang narrator mengungkapkan penyebab LPSK mencabut perlindungan Bharada E.
"LPSK membuat keputusan tersebut setelah Bharada Eliezer melakukan wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, di mana menurut LPSK telah melanggar aturan karena telah memberikan komentar terbuka terhadap awak media."
Sampai selesai video tersebut sama sekali tidak menunjukkan jika ketua LPSK telah diamankan pihak berwajib lantaran menerima amplop dari Ferdy Sambo.
Sebetulnya keterkaitan amplop Ferdy Sambo yang diberikan kepada LPSK telah di konfirmasi, dimana ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo telah menolaknya.
"Waktu sudah selesai mau pulang, ada seseorang dari Pak Ferdy Sambo menyampaikan dua amplop besar yang diduga isinya adalah uang, tapi kita tidak tahu karena kita tidak membuka," kata Hasto seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (15/3/2023).
Maka bisa disimpulkan jika video tersebut mangandung unsur Hoax, lantaran baik judu, thumbnail dengan isi tidak selaras. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui