SuaraSumedang.id - Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkap kasus tindak aborsi yang dilakukan oleh mahasiswa.
Pihak Polres Garut pun berhasil menangkap dua mahasiswa, yang berpacaran karena melakukan aborsi saat usia kandungan enam bulan.
Praktik terlarang itu oleh mahasiswa di Garut dilakukan di kamar kontrakannya di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Pelaku statusnya mahasiswa, keduanya mahasiswa (dari) satu di antara perguruan tinggi di Garut," kata AKBP Rio Wahyu Anggoro, pada Kamis (16/3/2023).
Rio menyebut, tersangka pria inisial AD (23), dan tersangka perempuan inisial NA (20) warga Garut.
Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan terkait laporan penemuan mayat bagi pada 7 Maret 2023.
Semula, kata Rio, kasus aborsi terungkap dari laporan kedua tersangka telah menemukan bayi di kawasan Tutugan Leles, Kecamatan Leles.
Kemudian, tersangka melakukan laporan ke Polsek Leles. Tetapi, dalam hasil pemeriksaan ada kejanggalan yang ternyata laporan pelaku palsu.
Lalu mengakui bahwa bayi yang ditemukannya itu, lanjut Rio, merupakan bayinya sendiri hasil aborsi, dan sudah meninggal dunia.
"Hasil penyelidikan ditemukan fakta lain, yang diduga pelaku melakukan aborsi, kemudian kita dalami dan benar, pelaku yang melakukannya," kata dia.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pengakuan kedua tersangka melakukan aborsi karena malu pada keluarganya dalam keadaan hamil di luar nikah, dan masih berstatus pelajar.
Selanjutnya, mencari obat untuk aborsi di pasar daring, kemudian membelinya dengan harga Rp3 jutaan, setelah itu tersangka perempuan meminum obat tersebut.
Dampak dari minum obat itu, pelaku mengalami keguguran di usia kandungan enam bulan, dan melahirkan sendiri dibantu pacarnya di rumah kontrakan.
Tersangka sempat membawa bayi yang dilahirkannya ke puskesmas, lalu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut untuk memastikan kondisi bayinya, yang ternyata hasil pemeriksaan sudah meninggal.
Selanjutnya, tersangka membuat laporan palsu seolah-olah menemukan bayi yang baru dilahirkan di pinggir jalan wilayah Tutugan Leles, hingga akhirnya bisa terungkap kasus aborsi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Keuntungan Homeless Media? Viral Banyak yang Digandeng Bakom RI
-
Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat
-
Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak
-
Cinta Habis di Orang Lama: Romansa Pahit ala The Girl Called Feeling
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik