SuaraSumedang.id - Sebagian orang mungkin perlu beradaptasi dengan bangun dini hari untuk melaksanakan sahur saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Bahkan, mungkin ada pula yang melaksanakan makan sahur hingga mendekati waktu imsak gegara telat bangun tidur.
Lantas makanan apa yang cocok jika telat bangun sahur dan sudah mendekati waktu imsak?
Ahli gizi Fitri Hudayani, SST., S.Gz, MKM, RD menganjurkan mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kepadatan energi, yang cukup serta mudah untuk dicerna oleh tubuh.
"Kalau kepepet, sudah mau sebentar lagi imsak, biasanya sih, kalau makan utuh takutnya buru-buru nanti perutnya malah sakit," kata Fitri Hudayani, dihubungi ANTARA, pada Rabu (22/3/2023).
"Coba cari makanan-makanan yang paling mudah untuk dikonsumsi, misalnya bisa sari buah," tambahnya.
Selain sari buah, Fitri menyebutkan, contoh lain yang bisa dikonsumsi saat mendekati waktu imsak seperti sari kacang hijau, susu, atau makanan cair lainnya.
Makanan atau minuman jenis ini bisa dijadikan simpanan atau persediaan untuk dikonsumsi dalam keadaan mendesak seperti terlambat bangun tidur untuk sahur.
"Tetapi tentunya dengan jumlah yang cukup. Jangan terlalu kurang nanti tenaganya kurang," ucap Fitri.
Baca Juga: Wiljan Pluim Tegaskan PSM Makassar Siap Kerja Keras Demi Pastikan Gelar Juara
Meski terdapat solusi alternatif untuk menyiasati kondisi mendesak, Fitri mengingatkan, bahwa yang paling penting yakni harus mengatur pola tidur sehingga jangan sampai terlalu sering untuk melewatkan waktu sahur.
Jika telat sahur, dan hanya mengonsumsi makanan dengan jumlah sedikit, Fitri mengingatkan sebaiknya untuk menyesuaikan jenis aktivitas yang tidak banyak mengeluarkan energi.
Dengan begitu, diharapkan tidak 'balas dendam' saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.
"Kalau balas dendam makanan, ya, takutnya bukan hanya kita tidak bisa mengontrol berapa banyak jumlah makanan yang kita konsumsi, tetapi juga cara kita makan. Misalnya, kita mengunyah menjadi tidak sempurna, jumlahnya berlebihan," kata Fitri.
Jumlah makanan yang tidak terkontrol, dan cara makan yang tidak benar bisa membawa dampak negatif terhadap saluran pencernaan.
Masalah yang bisa timbul, Fitri mencontohkan, asam lambung menjadi naik hingga perut kram.
"Kalau itu terjadi malah menjadi masalah kesehatan lain, sehingga kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa yang sempurna di hari esoknya," kata dia. (*/ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
Sang Kakak Spill Tipis-Tipis, Intip Potret Pernikahan Virgoun dan Lindi Fitriyana
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?
-
Ulasan Film Rajah: Teror Mistis Jawa yang Intens dan Mencekam!
-
4 Film dan Serial Klasik Produksi Luar Negeri Cocok Ditonton Saat Ramadan
-
Kinerja 2025, BRI Bukukan Rp57,132 Triliun dan Perkuat Dukungan bagi Rakyat
-
Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Laba Tembus Rp57,132 Triliun, BRI Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi Kerakyatan