SuaraSumedang.id – Polemik olahraga dalam kancah sepak bola tanah air belakangan ini diramaikan oleh keputusan FIFA soal Piala Dunia U-20 terhadap Indonesia.
Diketahui bahwa beberapa hari lalu, FIFA layangkan keputusan mengenai pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Hal ini menjadi perbincangan hangat di berbagai elemen masyarakat, seperti pengamat, politikus, pelatih, bahkan penikmat sepakbola pun turut menaruh perhatian atas kejadian ini, di antaranya Coach Justin.
Dikutip SuaraSumedang.id dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Jumat, (31/3/2023) Coach Justin turut menanggapi FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.
“Ingat ya, FIFA tuh ga ada kesalahan sama sekali dalam hal ini, mereka tuh federasi yang very professional. Mereka menjadwalkan Indonesia menjadi tuan rumah tuh dari 2019,” kata Coach Justin.
“Banyak yang beranggapan bahwa pembatalan ini dikaitkan dengan isu tragedi Kanjuruhan 2022 lalu, menurut gua itu hanya pelintiran dari netizen terutama di Twitter sebagai netralisir isu,” lanjutnya dalam podcast tersebut.
Pasalnya, Indonesia menjadi tuan rumah melalui lobbying Presiden kepada FIFA dengan persetujuan 6 provinsi yang akan menjadi tempat berlaga dengan tanda tangan.
Namun, tiba-tiba dua di antaranya menolak dengan alasan tidak menerima Timnas Israel. Coach Justin yang mengetahui hal ini akui dirinya kaget dengan pernyataan tersebut.
“Gua sempat kaget, ko tiba-tiba Bali, Wayan Koster dan Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menolak. Dua tokoh publik yang menurut gue cukup open minded atau bisa dibilang liberal, tapi menolak Israel. Ganjar tuh favorit gua, tapi untuk hal ini gua agak kaget,” kata Coach Justin
Diantara berbagai macam dugaan lainnya mengenai alasan pembatalan FIFA seperti tragedy Kanjuruhan, Politisasi olahraga dan sebagainya, justru Coach Justin berikan pandangan berbeda.
“Gua juga baca-baca dari media luar, alasan sebenarnya Indonesia batal sebagai tuan rumah tuh karena FIFA takut dengan statement Bali,” tutur Coach Justin
“Wayan Koster katakan kami takut tragedi bom Bali terulang, nah sederhana dong. Jika Gubernurnya udah bilang gitu artinya terindikasi bahwa hal itu bisa saja terjadi,” lanjutnya
“Mungkin FIFA mengidentifikasi bisa saja terjadi aksi terorisme oleh oknum dari latar belakang manapun. Karena Israel juga pernah mengalami hal itu di olimpiade 72 tahun lalu, beberapa atletnya jadi korban hingga tidak terselamatkan,” ungkap Coach Justin.(*)
Sumber: YouTube Curhat Bang Denny Sumargo
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Tidak Mau Indonesia Terkucilkan di Sepakbola Dunia, Erick Thohir akan Melakukan Ini kepada FIFA!
-
Erick Thohir Diberi Instruksi oleh Presiden Pasca Indonesia Dicoret FIFA, Jokowi: Segera Buat Peta Biru Transformasi Sepakbola Indonesia
-
Polemik Piala Dunia U20 yang Batal Digelar di Indonesia, Fadli Zon: FIFA Menerapkan Standar Ganda Soal Israel
-
Cek Fakta, Nasib Ganjar di Ujung Tanduk! Gagal Nyapres dan Dipecat dari Partai Banteng, Benarkah?
-
Ganjar Minta Anak dan Istrinya Jangan Diserang, Warganet : Prengas Prenges Sok Ga Merasa Bersalah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung