SUARASUMEDANG - Pengobatan Ibu Ida Dayak kini jadi jadi sorotan.
Di antara yang menyorot itu menyebutkan bahwa pengobatan Ibu Ida Dayak tidak sesuai dengan medis.
Banyak juga yang mempertanyakan izin praktek Ibu Ida Dayak selama ini.
Dengan kata lain, setelah Ibu Ida Dayak viral dan tempat prakteknya selalu dipenuhi warga yang ingin mengobati penyakitnya, banyak yang meminta pihak terkait di Indonesia mewaspadai yang bersangkutan.
Akan tetapi, soal itu ternyata mendapat penentangan dari Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyono, sebagaimana didengar dalam wawancaranya dengan Pro 3 RRI, beberapa jam lalu.
Menurut Rahmad Handoyono, cara pengobatan Ibu Ida Dayak mestinya dihormati semua pihak sebagai bukti menghormati kekayaan budaya.
"Kita adalah bangsa yang luas dan memiliki kekayaan lokal, keabsahan lokal termasuk kekayaan budaya," ujarnya.
Sepanjang tidak membuat sakit dan pasien jadi nyaman, tambahnya, itu tidak ada masalah.
Diakui, banyak yang membandingkan pengobatan alternatif dari Ibu Ida Dayak dengan pengobatan medis.
Baca Juga: Puluhan Botol Miras Tak Berijin Diamankan Tim Sparta Polresta Solo dari Tempat Hiburan Malam
Namun ia mengharapkan, keduanya jangan dibanding-bandingkan.
Bagusnya, kata dia, keduanya bisa saling melengkapi.
Lebih bagusnya lagi, ia menyarankan agar masyarakat yang melakukan pengobatan alternatif seperti kepada Ibu Ida Dayak, setelah berkonsultasi dengan dokter, termasuk setelah melakukan pengobatan secara alternatif. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Proyek Panas Bumi di Sumsel Dikebut, Pertamina Geothermal Perkuat Energi Hijau Nasional
-
Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Dapat Apresiasi dari Bupati Muara Enim
-
Promo QRIS Bank Sumsel Babel Ramaikan HUT Sumsel ke 80 di Merchant Favorit Palembang
-
Hadapi Persijap, Persib Bandung Berpotensi Tanpa Marc Klok, Ini Penyebabnya
-
Pidato Perpisahan dengan Barcelona, Lewandowski Tetap Singgung Liga Champions
-
Dipimpin Cristiano Ronaldo, Ini Skuad Mewah Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
-
Diinjak hingga Dipukul Double Stick, Cerita Korban Pengeroyokan di Jalanan Pekanbaru
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Menanti Sejarah Baru Banten Selatan: 6 Fakta Menarik Perjuangan DOB Kabupaten Cilangkahan
-
Saputra Kori Bawa Jimat dari Bali demi Syuting Film Horor di Korea