Suara.com - Sosok Ibu Ida Dayak hingga saat ini menjadi sorotan. Hal ini karena pengobatan alternatif yang dijalankannya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk tulang bengkok.
Dalam beberapa video yang viral di media sosial, memperlihatkan Ibu Ida Dayak yang mencoba menyembuhkan pasiennya. Terlihat juga ia memiliki bacaan khusus saat ingin mengobati pasien. Sementara itu, ia menggunakan minyak khusus untuk mengobati pasien dengan masalah tulang bengkok.
Meski demikian, metode pengobatannya itu dipertanyakan masyarakat. Apakah yang dilakukan Ibu Ida Dayak tersebut sudah benar dan bisa menyembuhkan para pasiennya, atau memberi dampak buruk bagi kesehatan.
Melihat hal tersebut, Dokter Spesialis Tulang Belakang RS Premier Bintaro, dr. Omar Luthfi, Sp. OT (K) Spine mengungkapkan, dalam dunia kedokteran masih tidak paham bagaimana cara Ibu Ida Dayak mengobati pasiennya. Justru, dr. Omar mengaku ngilu karena saat proses pelurusan itu pasti memberikan rasa nyeri.
“Kalo misalnya dibilang bisa terhadap tangan atau tulang bengkok, kita dari dunia kedokteran juga tidak bisa menjelaskan ini sebenernya apa sih yang dikerjakan sehingga bisa memperbaiki tulang itu menjadi lurus. Kalau dilihat dari videonya saya sih ngilu,” ucap dr. Omar dalam Media Gathering RS Premier Bintaro, Kamis (6//4/2023).
Selain itu, dr. Omar menjelaskan, ketika alami kebengkokan, ini tidak hanya tulangnya saja, melainkan urat dan otot juga berpengaruh. Untuk itu, menurutnya sangat tidak mudah meluruskan tulang yang bengkok.
“Saya ngeliatnya itu ngeri ya dan sebetulnya itu kalau dia bengkok enggak cuma tulangnya loh, tapi juga urat-uratnya terus otot-ototnya juga gitu. Jadi tidak semudah itu kita melakukan gerakan meluruskan tulang,” ujar dr. Omar.
Ketika pelurusan tulang itu dipaksa, hal ini juga bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatannya. Berdasarkan keterangan dr. Omar, pelurusan paksa itu bisa memengaruhi masalah di otot, tendon, hingga saraf. Selain itu, tendon, otot, dan saraf bisa alami cedera hingga putus.
“Kita harus memperhatikan struktur lainnya jangan sampai dilakukan pelurusan paksa tapi ternyata nanti ada masalah di tendonnya, di ototnya, ada cedera di sarafnya. Yang tadinya posisinya bengkok ditarik stretch jadi bisa saja syarafnya cedera,” jelas dr. Omar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Raffi Ahmad Beri Hadiah Umroh ke Ida Dayak karena Berhasil Sembuhkan Banyak Orang
“Bisa putus juga bisa atau misalnya tendon ujung otot kita yang nempel ke tulang kalau posisinya bengkok dia sebenarnya sudah mengkerut ketika diluruskan paksa tendonnya tegang bisa cedera,” sambungnya.
Oleh sebab itu, dr. Omar menegaskan, sebagai praktisi medis ia tidak menganjurkan melakukan terapi alternatif. Pasalnya, selain tidak ada literaturnya, metode yang dilakukan juga berbeda dan mungkin bisa membahayakan di masa depan.
“Jadi memang di Indonesia sangat banyak ya terapi alternatif. Tapi kita sebagai praktisi medis tidak menganjurkan untuk melakukan terapi alternatif karena (metodenya) berbeda,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi