/
Kamis, 13 April 2023 | 13:10 WIB
Tangkapan layar Ulama dan Ahli Tafsir Quraish Shihab dalam program acara Shihab & Shihab (YouTube/Mata Najwa)

SUARA SUMEDANG - Ulama dan Ahli Tafsir Muhammad Quraish Shihab dalam sebuah acara bersama anaknya Najwa Shihab di Shihab & Shihab, membahas masalah harta, tahta, dan kuasa dalam perspektif Islam.

Menariknya dalam kesempatannya, Quraish Shihab mendapat pertanyaan dari Najwa Shihab perihal bolehkah bekerja untuk mendapatkan kekayaan.

Menjawab itu, Quraish Shihab mengatakan bahwa hal itu diperbolehkan. Namun ia juga menjelaskan bahwa definisi kaya itu sendiri perlu untuk dikaji terlebih dahulu.

"Bukan karena banyak harta, sekian banyak milyuner yang miskin, selalu masih mau tambah," ujar Quraish Shihab seperti dikutip dari Mata Najwa pada Kamis (13/4/2023).

Quraish Shihab menjelaskan yang dimaksud kaya itu adalah kaya hati, bagaimana seseorang itu merasa puas dengan apa yang didapatnya dari hasil halal dan maksimal.

Selain itu perihal kaya menurut Quraish Shihab berkaitan dengan kebutuhan. Semakin banyak kebutuhan, tandanya ia belum kaya.

"Kebutuhan itu identik dengan kemiskinan, semakin banyak kebutuhan Anda semakin miskin Anda. Kalau Anda tidak butuh, itu lah yang dinamai kaya dalam bahasa agama," tuturnya.

Ini tampak pada orang yang meskipun banyak harta dan tidak memiliki kepuasan, maka hidupnya akan menjadi menderita.

Sebagai contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, ia mencontohkan bagaiman perokok yang ketika pagi akan kebingungan ketika tak mempunyai rokok.

Baca Juga: Pastikan Mudik Lebaran 2023 Berjalan Lancar, Jokowi: InsyaAllah Tidak Ada Masalah

Hal itu berbeda dengan orang yang bukan perokok, tak punya masalah jika tidak ada rokok ketika dirinya tengah berada di pagi hari.(*)

Load More