- Sejumlah emiten besar BEI melakukan share buyback masif pada kuartal I 2026 untuk menstabilkan harga saham yang dianggap undervalue.
- Emiten perbankan seperti BBCA dan BBNI, serta energi seperti BREN, mengalokasikan dana triliunan rupiah untuk program pembelian saham internal.
- Selain buyback institusional, direksi beberapa perusahaan juga melakukan insider buying sebagai sinyal optimisme terhadap nilai fundamental jangka panjang.
Suara.com - Memasuki kuartal I 2026, sejumlah emiten kakap di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau masif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau share buyback. Langkah ini diambil sebagai respons strategis atas tingginya volatilitas pasar, sekaligus upaya manajemen untuk menjaga stabilitas harga saham yang dinilai sudah berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalue).
Secara teknis, buyback dilakukan perusahaan dengan menggunakan kas internal untuk menyerap saham yang beredar di publik. Aksi ini bertujuan mengurangi jumlah lembar saham beredar, sehingga secara teoritis dapat meningkatkan rasio laba per saham (earnings per share) dan memberikan sinyal positif mengenai kesehatan likuiditas perusahaan kepada investor.
## Daftar Emiten dengan Program Buyback Terbesar
Berdasarkan data terbaru per Februari 2026, beberapa emiten sektor perbankan, energi, dan infrastruktur telah mengalokasikan dana triliunan rupiah untuk menyerap saham mereka sendiri di pasar reguler.
Sektor Perbankan & Finansial:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Merencanakan dana jumbo sebesar Rp5,0 triliun pasca persetujuan RUPST pada 12 Maret 2026.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Mengalokasikan Rp5,0 triliun dengan periode pelaksanaan mulai 9 Maret 2026 hingga satu tahun ke depan.
PT Bank Allo Indonesia Tbk (BBHI): Periode pelaksanaan 30 Januari – 29 April 2026.
Sektor Energi, Tambang & Industri:
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Menyiapkan dana sebesar Rp2,0 triliun untuk periode 4 Februari – 3 Mei 2026.
Baca Juga: IHSG Ambles dan Aksi Jual Marak Usai Kabar Misbakhun Jadi Bos OJK
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Mengalokasikan dana Rp2,0 triliun pada periode yang sama.
PT United Tractors Tbk (UNTR): Menyiapkan dana Rp2,0 triliun hingga pertengahan April 2026.
PT Astra International Tbk (ASII): Melakukan aksi serap saham senilai Rp2,0 triliun hingga akhir Februari 2026.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Menyiapkan anggaran Rp2,49 triliun dengan durasi pelaksanaan hingga November 2026.
Sektor Konsumer & Teknologi:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Melanjutkan program buyback senilai Rp3,3 triliun hingga Juni 2026.
Berita Terkait
-
Daftar Saham IPO Lewat Shinhan Sekuritas, Mayoritas 'Gorengan'?
-
IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000
-
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
-
Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah
-
Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?
-
Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II
-
METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru
-
Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain
-
Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah
-
Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks