SUARA SUMEDANG - Masuk di tahun politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan diselenggarakan tahun 2024, membuat nama Menko Polhukam kini ikut mencuat.
Hal ini kemudian menjadi pertanyaan soal apakah Mahfud MD akan maju pada Pilpres 2024 atau tidak.
Pasalnya Mahfud MD tengah mendapat sorotan sebab kehadirannya dalam berbagai kasus besar yang terjadi di Indonesia.
Sebelumnya nama Mahfud MD juga sempat diperbincangkan publik terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dan melibatkan Putri Candrawathi dan ketiga terdakwa lainnya.
Terbaru Mahfud MD juga kembali terlihat dalam kasus dugaan pencucian uang sekira 349 Triliun yang terjadi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Kini dengan namanya yang mulai muncul dan dikaitkan dengan Pemilu 2024, Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya belum terpikir untuk hal itu.
Sebaliknya, ia mengaku saat ini tengah fokus dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo kepadanya.
Lebih dari itu, ia mengatakan bahwa dirinya juga tak seperti beberapa waktu lalu, kala dirinya bersemangat menyambut berita yang menyangkut namanya.
"Dulu di tahun 2019 kalau ada berita seperti itu, pasti saya kejar kapitalisasi agar ini berkembang terus sehingga saya menguat. Karena waktu itu saya memang mau," kata Mahfud MD.
Baca Juga: Soal Pencalonan 2024, Mahfud MD Sebut Dirinya Belum Berkepentingan ke Arah Itu
"Tapi sekarang saya nggak mengkapitalisasi, biar aja lah berkembang sendiri. Nanti pada saatnya kalau sudah perlu dijawab, ya dijawab," tambahnya.
Lebih lanjut, tokoh kelahiran Sampang Madura ini juga mengaku memiliki filosofi yang telah teruji dalam hidupnya.
Menurutnya perihal jabatan itu berkaitan dengan kehendak Tuhan dalam menentukan hasilnya. Lebih dari itu, cara berpikir seperti ini menurut Mahfud, ampuh membuat dirinya tenang.
"Karena filosofi saya itu kalau jabatan sepenting itu, semua jabatan lah, tapi kalau sepenting itu dikejar juga kalau gak bisa, gak dapet. Gak dikejar, kalau mau, diberikan oleh Tuhan, kan gitu," tuturnya.
Selain itu, dalam pengalamannya, Mahfud mengakui dirinya pernah mengejar jabatan namun tidak tercapai, sementara ketika dirinya tidak mencari, justru ia mendapat tawaran.
"Saya pernah ngejar jabatan juga gak dapet, tapi ketika saya sedang tidur-tiduran tiba-tiba dipanggil (kemudian) diberi jabatan juga pernah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi